Selain sektor kiri, pihaknya mengupayakan proses pencarian pada titik kanan pada area longsor di Gunung Kuda.

Lebih lanjut, ia menuturkan, tim gabungan juga mendapat dukungan teknis dari Kementerian ESDM melalui penggunaan alat total station yang membantu pemetaan dan pengawasan kestabilan medan pencarian.

“Kolaborasi dengan inspektur tambang dari ESDM sangat penting, terutama untuk mengantisipasi pergerakan tanah yang tidak terlihat kasatmata,” ucap dia.

Ia menyebutkan berdasarkan pendataan terakhir, total ada 21 jenazah korban yang telah ditemukan dan dievakuasi usai kejadian longsor di Gunung Kuda sejak Jumat (30/5).

Yusron menambahkan bahwa pada hari kelima ini diawali dengan apel pengecekan personel dan peralatan, dilanjutkan doa bersama agar seluruh tim diberi keselamatan selama proses pencarian di medan yang rawan longsor susulan.

“Kami awali dengan tawasul atau doa bersama, supaya selama proses ini selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Ini bagian dari SOP kami setiap hari,” ucap dia.

Sementara itu merujuk data dari BPBD Jabar, berikut ini jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dan diidentifikasi:

  1. Andri (41 tahun), warga Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
  2. Sukadi (48), Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
  3. Sanuri (47), Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
  4. Sukendra, Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
  5. Dendi Hirmawan (40), Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.
  6. Sarwah (36), Kelurahan Kenanga Blok Pontas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
  7. Rusjaya (48), Desa Beberan Blok Beberan RT 02 RW 01, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

    Pewarta: Fathnur Rohman
    Editor : Yuniardi Ferdinan

    COPYRIGHT © ANTARA 2026