Bagi para pelanggan yang merasa kehilangan, dapat mengambil barang tersebut di Pos Pengamanan Polsuska Stasiun Bandung, Stasiun Kiaracondong, atau Stasiun Banjar melalui mekanisme Lost and Fund.

"Para pelanggan dapat melaporkan langsung ke petugas di stasiun tersebut atau dapat juga melaporkan melalui layanan pelanggan Contact Center KAI 121 guna mempermudah proses klarifikasi," ujarnya lagi.

PT KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya saat berada di stasiun dan di perjalanan, dengan memastikan barang bawaannya sebelum meninggalkan ruang tunggu untuk menuju ke kereta dan sebelum turun dari kereta.

"Jangan meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan dan selalu pastikan barang bawaan dalam keadaan aman," ujar Kuswardojo.

Sebagai langkah preventif, KAI juga telah menempatkan petugas keamanan di berbagai titik strategis di stasiun dan dalam rangkaian kereta api. Selain itu, tersedia juga layanan pengaduan (termasuk Lost and Fund) yang dapat diakses pelanggan jika menemukan hal-hal mencurigakan atau mengalami kehilangan barang selama perjalanan.

"Jika merasa kehilangan barang ataupun ada barang yang tertinggal, jangan ragu untuk melaporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Kuswardojo pula.

Daop 2 Bandung mencatat minat masyarakat dalam menggunakan kereta api untuk perjalanan mudik mengalami lonjakan, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, tercatat sejumlah 345.168 pelanggan telah memiliki tiket berangkat dengan kereta api dari Daop 2 Bandung, dengan okupansi penumpang sebanyak 97 dari total 355.996 tempat duduk yang disediakan setelah dilakukan penambahan kereta api.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026