Pangandaran (ANTARA) - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengingatkan wisatawan dan masyarakat setempat jangan membuang puntung rokok sembarangan di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, karena sulit diurai dan mengganggu kenyamanan pantai.

"Harapan saya nanti terutama para perokok nih, perokok bebas lah, tetapi puntungnya tolong dibuang ke tempat sampah, atau enggak, masukin ke saku," kata dia saat aksi bersih-bersih pantai bersama kepolisian, pemerintah daerah, dan semua elemen masyarakat di Pangandaran, Jumat.

Ia mengatakan hal itu setelah ada temuan di lapangan banyak sampah puntung rokok berserakan di kawasan destinasi Pantai Pangandaran. Temuan itu juga menjadi sorotan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan yang turun langsung memungut sampah.

"Betul apa yang disampaikan Pak Kapolda, jadi kita menemukan banyak puntung rokok dan sedotan (bahan plastik), itu yang susah diurai," katanya.

Ia mengatakan temuan sampah puntung rokok itu menjadi perhatian bagi semua pihak agar lebih meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan destinasi wisata pantai dari sampah.

Jajaran pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat Pangandaran, kata dia, selama ini rutin melaksanakan aksi bersih-bersih di kawasan pantai untuk menciptakan destinasi wisata pantai yang bersih.

"Kami berharap Pantai Pangandaran itu bersih," katanya.

Kapolda Rudi menyampaikan sampah puntung rokok yang ditemukan di kawasan Pantai Pangandaran itu bentuknya kecil, tetapi dampaknya besar karena sulit diurai secara alami.

"Masih saya temukan puntung rokok, ini kecil, tapi dampaknya besar," katanya.

Tokoh masyarakat Pangandaran yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut menanggapi terkait banyak temuan sampah puntung rokok di kawasan Pantai Pangandaran.

Ia mengatakan Pantai Pangandaran selalu ramai dikunjungi wisatawan berasal dari berbagai daerah, sehingga seringkali menimbulkan banyak sampah di kawasan wisata.

Namun, ia meminta wisatawan maupun masyarakat di Pangandaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan meminimalisasi produksi sampah dengan membawa tempat minum sendiri, tidak membuang puntung sembarangan, juga tidak menggunakan sedotan plastik.

"Ibu (Susi) nih contoh, ke mana-mana selalu bawa asbak, asbak tuh dibawa ke mana-mana, mana coba lihat nih, tasnya, nah, komplit, ini ada air minumnya tumbler, jadi kurangin plastik sekali pakai," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026