Antarajabar.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat menemui Yayasan Marga Satwa Taman Sari (pengelola Kebun Binatang Bandung) terkait kondisi seekor gajah bernama Yani yang hampir sekarat di kebun binatang tersebut.
        
"Ini saya sedang ada pertemuan dengan pihak BKSDA," kata Humas Yayasan Margasatwa Taman Sari Bandung, Sudaryo, di Bandung, Rabu.
        
Pihakya menuturkan hampir satu tahun lebih Yayasan Marga Satwa Taman Sari Bandung tidak memiliki dokter tetap untuk menjaga kesehatan gajah.
        
"Pertama bahwa dalam kondisi seprti ini memang  kami akui bahwa kurang lebih hampir satu tahun dokter tetap ini mengundurkan diri. Kami tidak bisa memaksa untuk menahan mereka. Hak mereka kan," kata dia.
        
Ia menuturkan selama ini terus berupaya mencari dokter hewan khusus yang bisa menangangi kesehatan gajah dan hal tersebut cukup sulit dilakukan.
        
"Kedua bahwa kita sangat sulit sampai hari ini bukan tidak berusaha mencari dokter sebab bukan karena dokter hewan semata, asal dokter hewan. Ini satwa liar. Ada dokter khusus. Silakan tanya ke perhimpunan dokter hewan se-Indonesia bahwa tidak gampamg mencari dokter hewan," kata dia.
        
Sebelumnya seekor Gajah Sumatera bernama Yani, di Kebun Binatang Bandung, kondisinya hampir sekarat.
        
Rabu pagi Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil menjenguk langsung kondisi gajah tersebut di Kebun Binatang Bandung. Yani adalah salah satu koleksi satwa di Kebun Binatang Bandung yang sakit.
        
Gajah tersebut yang mengalami kelumpuhan sehingga hanya bisa terbaring di bawah alas jerami dan dilindungi oleh sebuah terpal untuk mengaburkan pandagan pengunjung.



Pewarta: Ajat Sudrajat
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026