"Sikap saya menarik usulan pinjam pakai kendaraan baru Fortuner untuk anggaran tahun 2016," kata Gatot dalam siaran persnya di Bandung, Selasa.
Ia menyampaikan saran kepada pimpinan dan anggota DPRD Jabar agar rencana pengadaan mobil Fortuner dibatalkan dan dapat dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat lebih luas.
"Masalah ini sebaiknya dibatalkan dan dipergunakan untuk kepentingan masyatakat langsung," katanya.
Ia mengungkapkan secara pribadi menolak pengadaan kendaraan Toyota Fortuner untuk anggota DPRD Jabar dengan alasan banyak elemen masyarakat termasuk keluarga menyampaikan langsung tentang penolakan tersebut.
"Sikap ini didasari dengan kesadaran selaku warga dan anggota masyarakat Jabar terhadap adanya penolakan masyarakat, keluarga, bahkan berbagai elemen masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung menyampaikan kepada saya," katanya.
Ia mengatakan sikapnya itu dilandasi adanya kepentingan yang lebih luas bagi pembangunan masyarakat serta diharapkan dapat membangun suasana tenang di Jabar.
Selama ini, lanjut dia, banyak masyarakat kecewa kemudian datang menyampaikan penolakan pengadaan mobil Fortuner ke Gedung DPRD Jabar dan Kantor Gubernur Jabar.
"Keputusan ini merupakan sikap pribadi yang menjadi hak sebagai anggota yang saya akan pertanggung jawabkan di daerah pemilihan saya," katanya.
Ia menambahkan tidak akan mengajak maupun memengaruhi anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya dalam sikap penolakan tersebut.
"Semua keputusan akan diputuskan secara personal sesuai permohonan masing-masing anggota," katanya.
Sebelumnya, DPRD Provinsi Jabar berencana mengadakan mobil dinas baru jenis Toyota Fortuner untuk 95 anggota legislatif.
Mobil dinas tersebut sifatnya hanya pinjam pakai sehingga semua biaya operasional ditanggung oleh setiap anggota yang mengajukan pinjam pakai tersebut.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.