Bandung (ANTARA) - Sakit ringan seperti pusing, flu batuk, atau nyeri tenggorokan merupakan sakit ringan yang kurang diperhatikan hingga menyebabkan mengkonsumsi obat tanpa resep dokter,  obat yang tidak tepat dapat  mengakibatkan gangguan kesehatan. 

Tubuh sehat tanpa gangguan penyakit merupakan kenikmatan yang diinginkan semua orang. Meski demikian, sakit ringan yang diobati secara sembarangan kemungkinanannya dapat memperparah penyakit. 

Alodokter mengatakan, Obat bebas yang dikonsumsi secara tidak tepat dapat membahayakan kesehatan sebagai berikut:

1. Efek samping obat bebas
Setiap obat memiliki efek samping, penggunaan obat tidak sesuai petunjuk  dapat meningkatkan resiko efek samping. 

2. Kontra indikasi obat bebas
Tidak semua obat bisa dikonsumsi secara bebas, terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu. 

3. Interaksi obat
Cara minum obat menyebabkan interaksi obat. Misalnya, konsumsi obat secara bersamaan dengan obat lain sehingga obat tidak bekerja efektif didalam tubuh. 

Interaksi obat dapat menimbulkan efek samping yang berbaya. Misalnya, obat ibuprofen dan aspirin jika konsumsi secara bersamaan akan mengakibatkan pendarahan pada saluran pencernaan. 

4. Dosis penggunaan obat tidak tepat
Penggunaan obat lebih banyak dari petunjuk yang tertera dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. 

Berikut efek samping penggunaan obat yang melebihi dosis:
- Detak jantung dan tekanan darah tidak stabil, baik menurun atau meningkat
- Rasa kantuk
- Kebingungan
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Gangguan pencernaan, seperti diare, konstipasi, dan nyeri perut
- Keracunan
- Kejang
- Muntah darah
- Kerusakan organ tubuh, seperti hati dan ginjal

Obat yang digunakan berlebihan hingga overdosis dapat menyebabkan koma dan resiko kematian.

5. Risiko penggunaan obat pada kelompok tertentu 
Setiap obat memiliki pentunjuk penggunaan, tidak semua jenis obat dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan lansia karena perbedaan respon tubub mereka berbeda daripada orang dewasa pada umumnya. Selain itu, penggunaan obat bebas bagi ibu hamil dan menyusui dapat membahayakan kondisi bayi.



Pewarta: Devi Hatriani
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026