Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat memberikan subsidi bunga pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 200 pelaku UMKM yang tergabung program Wirausaha Baru (WUB).
"Kami memberikan bantuan subsidi bunga di akhir tahun 2024 ini," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Depok, Senin.
Ia mengatakan, pada tahun ini kita gulirkan di akhir tahun sebanyak 200 WUB agar mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk KUR, dari biaya yang tersedia sekitar Rp100 juta.
Bantuan subsidi bunga gratis ini khususnya bagi UMKM yang telah lulus mengikuti program WUB sejak 2022.
Kiai Idris, sapaan akrab Wali Kota Depok melanjutkan, Pemkot Depok akan memberikan subsidi bunga 90 persen bagi UMKM yang mengajukan pinjaman hingga Rp25 juta.
Sedangkan pinjaman maksimal 50 juta akan disubsidi bunganya sebesar 80 persen.
"Ini subsidi tertinggi se-Indonesia dari daerah-daerah lainnya, subsidi bunga dari APBD," ungkapnya.
"Tahun depan Rp1,5 miliar akan digulirkan mulai Januari untuk subsidi bunga," tambah Kiai Idris.
Selain dari perbankan, sambung dia, program bantuan permodalan subsidi bunga ini juga akan dikembangkan ke lembaga lainnya. Seperti, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Program Depok Kreatif, Enerjik, dan Sukses (D'Kerens) yang telah diluncurkan sejak 2021 ini telah memberikan banyak akses bagi peserta dalam satu sistem untuk membantu UMKM mengembangkan usahanya.
Mulai dari pelatihan, pendampingan, pemasaran, hingga permodalan.
"Program D'Kerens ini akan kami perkuat dengan sebuah program yang kami namakan Depok KUAT (Kredit, Usaha, Aman, dan Terjangkau)," paparnya.