"Sampai sekarang pembebasan lahan sudah menyentuh angka 96 persen dan masih ada dua bidang tanah yang belum dibebaskan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, di Bandung, Selasa.
Iwa menuturkan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihaknya untuk menuntaskan pembebasan lahan Jalan Tol Soroja ialah dengan melakukan upaya persuasif.
"Upaya persuasif kita akan lakukan dorongan dari Satker Kementerian PU Pera untuk melakukan penyelesaian namun jika waktunya dipastikan selesai tapi belum selesai maka kita akan melakukan konsinyasi," ujar dia.
Dikatakan dia, dengan langkah yang tepat maka pihaknya menyakini proyek Tol Soroja akan selesai sesuai jadwal dan di awal 2016 pembebasan lahan yang tersisa akan makin diakselerasi seiring pembangunan konstruksi jalan tolnya.
Selain itu, lanjut Iwa, pihaknya juga meminta kontraktor tol Soroja segera melakukan proses pengerjaan konstruksi agar pembangunan sesuai jadwal.
Menurut dia, proses pembangunan Tol Soroja memang tidak semudah dan semulus yang diperkirakan seperti faktor cuaca hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya membuat proses pembangunan sempat tertahan.
"Dan sekarang cuaca relatif sudah lebih baik. Kami minta kontraktor ngebut agar nanti selesai bertemu fisik di tengah. Jadi kami meminta agar kontraktor segera menyelesaikan proses konstruksi," ujarnya.
Ia juga meminta dukungan dari semua pihak agar proyek ini terus berjalan dan terkait tanah, ada wakaf dan kas desa yang sudah selesai dan mendapat rekomendasi dari Gubernur Jabar.
Sementara itu, Direktur Investasi dan Pengembangan PT Jasa Sarana Diah SH Wahjusari menambahkan pihaknya yakin proyek tersebut masih sesuai jadwal meski sempat terganggu cuaca hujan.
"Jadi dari target yang diberikan Pemprov Jabar, tol ini harus selesai di Agustus 2016 untuk dipakai sebagai jalur pada acara Pembukaan PON XIX/2016. Tidak ada jadwal yang berubah, Insha Allah sesuai target," ujarnya.
Ia menuturkan faktor kendala hujan disiasati dengan perubahan pola dan waktu kerja dan apabila sedang hujan, maka pengerjaan berhenti dan diteruskan setelah reda.
"Selain itu karena akses jalan ini tidak dibangun dari tanah melainkan beton maka efek dari hujan tidak begitu signifikan. Sehingga tdak ada kendala saat musim hujan, kendala sedikit tapi bisa teratasi," katanya.
Pewarta: Ajat Sudrajat: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.