Bandung (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Jawa Barat menegaskan pembangunan pembatas jalan dan jalur lambat di akses Tol Soroja bertujuan menertibkan parkir liar yang selama ini membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalan Dinas PUTR Kabupaten Bandung Agung Priatna di Bandung, Selasa, mengatakan pembatas jalan tersebut dibangun dengan panjang 1,5 kilometer membentang dari Tol Soroja hingga persimpangan Al-Fathu.
"Pada intinya sih untuk kelayakan jalan juga kan kita tidak boleh ada pengguna, baik orang berjualan di sepanjang jalur itu atau pun di parkir-parkir di sepanjang jalur antara yang arah ke Akses Tol dengan ke Al-Fathu," katanya.
Pembangunan pembatas jalan dan jalur lambat di kawasan tersebut sebelumnya sempat ramai diperbincangkan masyarakat, khususnya di wilayah Soreang, karena dinilai berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas usaha di sekitar akses Tol Soroja.
Dirinya menjelaskan kebijakan itu diambil berdasarkan kondisi lapangan yang menunjukkan tingginya potensi kecelakaan akibat parkir liar dan aktivitas di badan jalan.
"Kalau kita lihat pengalaman, di sana sering terjadi kecelakaan dan parkir liar. Maka dibuat jalur lambat untuk mengamankan pengguna jalan, termasuk pejalan kaki dan penyeberang," ujarnya.
Ia menyebut jalur lambat tersebut memang dirancang sebagai bagian dari penataan kawasan agar fungsi jalan kembali optimal dan lebih aman digunakan.
"Untuk di lokasi itu kita buat jalur lambat dengan total panjang 1,5 kilometer yang dibagi dua arah, yakni menuju akses tol dan ke kawasan Al-Fathu," katanya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026