Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, merancang penataan Pasar Pagi dengan mengembangkan pusat kuliner dan oleh-oleh untuk meningkatkan kunjungan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Kamis, mengatakan rencana itu disiapkan setelah dirinya meninjau kondisi Pasar Pagi bersama jajaran direksi dan dewan pengawas baru Perumda Pasar Berintan.
"Kami sudah meninjau dengan direksi dan dewan pengawas yang baru dari PD Pasar. Ada satu perkembangan dan kemajuan, termasuk beberapa inovasi," katanya.
Menurut dia, pembenahan diperlukan karena kondisi Pasar Pagi saat ini berdampak terhadap pendapatan pedagang yang mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Edo mengatakan konsep baru tersebut tidak hanya menyasar pembenahan bangunan, melainkan menghadirkan aktivitas yang dapat menjadi magnet bagi masyarakat untuk kembali berkunjung.
Ia menyebutkan salah satu rencana yang disiapkan yakni pengembangan area kuliner di bagian belakang dan lantai dua Pasar Pagi, serta menghidupkan kembali pusat penjualan oleh-oleh khas Cirebon.
"Waktu saya kecil, penjual oleh-oleh banyak sekali di sini. Sekarang hanya dua yang bertahan," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Iyan Rahadian Sunardi mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah kios untuk dijadikan lorong khusus zona oleh-oleh agar produk khas Cirebon terkonsentrasi dalam satu kawasan.
Untuk menarik pedagang, pihaknya menyiapkan program promosi berupa pembebasan biaya pada bulan awal bagi pedagang zona oleh-oleh, sedangkan pembayaran untuk periode berikutnya dapat dilakukan secara bertahap.
“Selain zona oleh-oleh, kami menyiapkan kawasan kuliner dengan pengaturan ruang berdasarkan aktivitas pedagang, termasuk pemisahan antara pedagang yang menggunakan kompor dan yang tidak,” katanya.
Iyan menyebut area lantai atas juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang kreatif atau kawasan kuliner, dengan sejumlah investor yang telah melihat aset tersebut untuk kemungkinan kerja sama.
Ia menyampaikan penataan Pasar Pagi juga akan diintegrasikan dengan rencana pengembangan kawasan Sukalila dan Kali Baru, agar aktivitas ekonomi dan kunjungan masyarakat di kawasan tersebut saling terhubung.
"Kita ingin memperkuat wajah Pasar Pagi, di samping harus kuat sekali untuk mengundang para pengunjung, maka dari itu akan ada penataan," katanya.
Perumda Pasar Berintan akan mulai melakukan sosialisasi kepada para pedagang pada September 2026, dengan melibatkan perangkat daerah terkait sebagai bagian dari tahapan penataan tersebut.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.