Antarajabar.com - Nelayan Cirebon, Jawa Barat, mulai kembali melaut karena gelombang di perairan laut Cirebon sudah tidak membahayakan para nelayan, akan tetapi para nelayan masih harus berhati-hati.
        
"Nelayan di Cirebon sudah kembali melaut setelah sekian lama kapal meraka hanya disandarkan di Dermaga," kata Kepala Seksi Kelautan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Daud Suherman, Kamis.
         
Ia mendapatkan informasi dari BMKG Jatiwangi menyampaikan bahwa untuk Wilayah perairan pelayaran Utara Jawa Barat cuaca berawan dan sebagian hujan ringan, arah angin dari timur laut kecepatan angin 05-15 kont tinggi gelombang minimun 0,5-0,8 meter dan maksimum 0,8-1,3 meter.
         
"Kami masih menyampaikan kepada para nelayan untuk selalu berhati-hati," ujarnya.
          
Sudah beberapa bulan terakhir para nelayan tidak melaut dan kali ini menurutnya para nelayan sudah kembali melaut, karena gelombang juga sudah tidak tinggi lagi.
         
Sekarang ini semua nelayan baik itu mereka yang melaut dengan kapal di bawah 30 groston ataupun lebih semua sudah bisa melaut kembali.
         
"Musim gelombang timur para nelayan yang menggunakan kapal di bawah 30 groston tidak bisa melaut dan yang 30 groston mereka masih bisa melaut akan tetapi sekarang ini sudah semuanya bisa melaut kembali " tambahnya.
          
Ia menambahkan jika musim gelombang para nelayan kecil sulit untuk mencari ikan dan pihaknya berharap dengan adanya teknologi para nelayan sudah tidak harus bergantung sepenuhnya dengan musim, caranya yaitu dengan menanam rumpon disekitar jarak empat mil, agar tidak membahaykan ketika gelombang tinggi.
         
"Kami dari DKPPP kota Cirebon sudah menyebar 400 kubus rumpon untuk membantu para nelayan disaat musim paceklik," ujarnya.



Pewarta: khaerul
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026