Cirebon (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, Jawa Barat, memanfaatkan dominasi generasi Z dalam komposisi penduduk di daerah tersebut untuk mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kepala Disdukcapil Kota Cirebon Andi Armawan, di Cirebon, Kamis, mengatakan besarnya populasi generasi Z menjadi peluang untuk meningkatkan penggunaan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.

"Generasi Z ini cukup banyak sehingga memberikan semangat kepada kami untuk bisa mendapatkan angka aktivasi IKD sampai akhir tahun melebihi target," katanya.

Menurut dia, Disdukcapil terus mendorong aktivasi IKD karena capaian Kota Cirebon saat ini baru sekitar 12 persen dari total jumlah penduduk, sedangkan target aktivasi secara nasional ditetapkan sebesar 30 persen.

Upaya tersebut, kata dia, diarahkan dengan memanfaatkan karakteristik penduduk usia muda yang dinilai lebih dekat dengan penggunaan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) semester I-2026, jumlah penduduk Kota Cirebon tercatat 360.099 jiwa, terdiri atas 180.667 laki-laki dan 179.432 perempuan.

Dari jumlah tersebut, kata Andi, generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan 95.319 jiwa atau 26,47 persen dari total penduduk, disusul generasi milenial sebanyak 85.436 jiwa atau 23,73 persen.

Andi mengatakan komposisi penduduk berdasarkan generasi tersebut menjadi salah satu bahan bagi Disdukcapil, dalam menentukan strategi pelayanan administrasi kependudukan sesuai karakteristik masyarakat.

"Kita bisa melihat generasi yang terbanyak dan tersedikit. Dari situ nanti akan bisa melihat perkembangan, karena setiap generasi membawa dampak besar terhadap kondisi sosial di Kota Cirebon," ujarnya.

Ia menuturkan selain untuk mempercepat transformasi digital layanan adminduk, data tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk membaca kebutuhan masyarakat berdasarkan kelompok usia.

Disdukcapil mencatat generasi X sebanyak 70.246 jiwa atau 19,51 persen, generasi Alpha 68.582 jiwa atau 19,05 persen, serta Baby Boomers 32.210 jiwa atau 8,94 persen.

“Adapun kelompok lainnya meliputi generasi Beta sebanyak 5.297 jiwa, Silent Generation 2.986 jiwa, dan Old Generation sebanyak 25 jiwa,” katanya.

Andi mengatakan pemetaan komposisi generasi membantu pemerintah mempertimbangkan karakteristik penduduk, sebelum menetapkan program pelayanan maupun kebijakan pembangunan.

"Rilis jumlah penduduk berikut perkembangan-perkembangan lainnya nantinya akan bisa digunakan untuk kebijakan pemerintah," katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026