Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, menyebut kemudahan investasi melalui kepastian perizinan, tata ruang, dan keamanan bertujuan agar investasi meningkat dan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat di daerah tersebut.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Kamis, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha sekaligus berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

"Kami dari pemerintah daerah sangat terbuka dan siap terus berkolaborasi agar investasi ini berjalan lancar," katanya.

Ia mencontohkan kemudahan investasi telah turut mendorong realisasi pembangunan pabrik kelima PT Chingluh Group Indonesia di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Cirebon, yang dilaksanakan pada Rabu (12/8).

Pabrik tersebut, kata dia, diproyeksikan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja sehingga akan memberikan dampak positif besar terhadap kesempatan kerja masyarakat Kabupaten Cirebon.

Agus memperkirakan penyerapan tenaga kerja itu dapat menciptakan perputaran uang sekitar Rp56 miliar per bulan, dengan asumsi upah minimum kabupaten sekitar Rp2,8 juta per pekerja.

Ia mengatakan Pemkab Cirebon memberikan kepastian hukum, waktu, dan biaya dalam proses perizinan bersama perangkat daerah teknis terkait.

“Kepastian tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah agar pelaku usaha memiliki kejelasan dalam merealisasikan dan mengembangkan investasinya di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Pemkab Cirebon juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepolisian, kejaksaan, dan TNI, untuk menjaga keamanan serta kenyamanan kegiatan investasi.

Selain itu, ia menuturkan pemerintah daerah menyelaraskan tata ruang bersama Kementerian  Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya terkait penataan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga pengembangan kawasan industri tetap sesuai regulasi.

Agus menilai kepastian investasi penting untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja, terutama karena generasi muda kini semakin banyak memilih pekerjaan di sektor industri dibandingkan meneruskan profesi tradisional.

"Anak-anak zaman sekarang rata-rata ingin bekerja di kantor atau di pabrik. Ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan lapangan kerja tersebut," ujarnya.

Ia menyebut Kabupaten Cirebon juga memiliki sekitar 10.700 Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga pemerintah perlu memperluas kesempatan kerja di dalam daerah.

"Harapan kita bersama, investasi ini dapat berjalan lancar dan signifikan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Cirebon," katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026