Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, meningkatkan pemeriksaan kehamilan, pemantauan balita, dan cakupan imunisasi sebagai langkah mencegah stunting sejak masa awal kehidupan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cirebon Sutikno di Cirebon, Kamis, mengatakan pemeriksaan antenatal care (ANC) menjadi salah satu intervensi yang diperhatikan untuk menekan risiko stunting sejak kehamilan.

"Salah satu yang harus kita lakukan adalah bagaimana ibu-ibu hamil bisa memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan ibu hamil diarahkan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas yang menyediakan layanan secara gratis.

Pemeriksaan tersebut, kata dia, dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan untuk memantau kondisi ibu dan janin serta menemukan risiko kesehatan sedini mungkin.

Selain ANC, Pemkot Cirebon meningkatkan pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Sutikno mengatakan pemantauan di posyandu penting untuk mengetahui perkembangan anak, sehingga gangguan pertumbuhan dapat segera ditemukan dan ditindaklanjuti.

Pemkot Cirebon juga mendorong peningkatan cakupan imunisasi anak, melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026.

Menurut dia, edukasi kepada masyarakat perlu diperluas agar anak-anak memperoleh imunisasi dasar lengkap sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang.

“Pemerintah daerah juga mengarahkan intervensi kepada kelompok berisiko, meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati mengatakan pemutakhiran data dilakukan agar setiap intervensi dapat diarahkan sesuai kondisi keluarga dan anak yang membutuhkan.

"Untuk mengamankan target 13,05 persen di tahun ini, kita tidak bisa bekerja dengan cara-cara biasa," katanya.

Ia meminta peran posyandu, kader, puskesmas, kecamatan, dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan serta pendampingan keluarga terus dioptimalkan.

Berdasarkan pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu yang diolah dalam aplikasi SIGizi Kesga, prevalensi stunting Kota Cirebon pada semester I-2026 mencapai 14,13 persen, sedangkan target 2026 ditetapkan 13,05 persen.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026