"(Di APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015) kalau tidak salah Rp75 sampai Rp80 miliar. Itu untuk dana tak terduga," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Bandung, Selasa.
Ia menegaskan dana tersebut bisa digunakan apa saja termasuk untuk mengantisipasi hal tentang kebencanaaan seperti banjir, longsor hingga kekeringan.
"Seperti kemarin atas izin Mendagri, kita gunakan anggaran itu untuk pengalihan situs di Jatigede, kita gunakan dari anggaran itu sebesar Rp3,5 miliar," kata dia.
Menurut dia, dana tersebut selama ini jarang terpakai hingga habis karena penanganan bencana di Jawa Barat telah berjalan dengan baik.
"Selain itu, alhamdulillah bencananya tidak banyak. Ya kemarin juga kemarin dari Rp80 miliar baru terpakai Rp3,5 miliar," kata dia.
Ia menuturkan penggunaan dana tak terduga untuk kebencanaan juga harus melalui persetujuan Kemendagri dan pemerintah kabupaten/kota terkait.
"Jadi ketika ada keputusan bahwa ini bencana dari bupati atau wali kota, nanti dana tersebut bisa keluarkan," kata dia.
Ketika ditanyakan apakah pihaknya akan mengeluarkan dana tak terduga tersebut untuk penanganan kekeringan, Heryawan mengatakan hal tersebut harus dikaji lebih lanjut.
"Soal kekeringan itu harus dirumuskan, yang jelas bencana sih. Cuma harus diputuskan dana tak terduga harus keluar harus dikaji dulu," kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, penyelesaian kebakaran hutan akibat musim panas salah satunya bisa diatasi dengan turunnya hujan alami.
"Makanya mari kita berdoa kepada Allah supaya Allah SWT menurunkan hujan di kita dan tempat-tempat yang dilanda kekeringan serta kebakaran hutan," kata dia.
Pewarta: Ajats: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.