Antarajabar.com - Bulog Divre Jabar menggelar operasi pasar daging ayam di tiga pasar di Kota Bandung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat aksi mogok para pedagang bahan pokok itu, Jumat.

"Operasi pasar dilakukan hingga para pedagang berjualan lagi dimana mogok mereka hingga Minggu lusa," kata Kepala Bulog Divre Jabar Alip Affandi di  Pasar Kosambi Kota Bandung.

Ia menyebutkan pada Jumat (21/8), Bulog melakukan operasi pasar di Pasar Kosambi, Pasar Sederhana dan Pasar Astanaanyar.

Bulog Jawa Barat yang bekerjasama dengan Dinas Pedagangan Pemprov Jawa Barat dan  Pemkot Bandung menyiapkan 3,5 ton daging ayam untuk operasi pasar itu pada setiap garinya.

Menurutnya, jumlah itu akan dibagi rata ke tiga pasar yang menjadi tempat operasi pasar. Ketiga pasar tersebut adalah Pasar Kosambi, Pasar Sederhana dan Pasar Astana Anyar.

Hingga siang tadi, stok daging sapi di setiap pasar yang baru disuplai 500 kilo itu sudah hampir habis, sehingga  pihak Bulog  menambah lagi stok daging ayam ke setiap pasar.

"Berapapun akan kita siapkan, Insya allah habis jumatan kita ngambil dua ton lagi untuk tiga pasar di kota Bandung," kata Alip.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Elly Wasilah mengatakan bahwa operasi pasar tersebut berlangsung dari pukul 7.30 WIB hingga sore disetiap harinya.

Menurutnya, operasi pasar tersebut merupakan salah satu langkah konkrit Pemerintah Kota Bandung dalam menangani raibnya daging ayam di pasaran. Mulai besok jumlah pasar yang akan dijadikan sebagai tempat operasi pasar daging ayam di Kota Bandung akan ditambah.

"Sabtu besok  jumlah pasar dan jumlah daging ayam tentu akan ditambah. Kami akan sediakan stok daging ayam sebanyak delapan ton, namun untuk jumlah pasar masih belum ditentukan. Yang jelas ketiga pasar yang hari ini jadi target operasi pasar tentu masih akan menajdi target operasi pasar untuk besok dan lusa," kata Elly.

Elly menjelaskan, penentuan target operasi pasar tersebut dilihat dari tingkat kebutuhan konsumen pasar akan daging ayam itu sendiri.

Ia mencontohkan  di Pasar kosambi di sana banyak sekali konsumen daging ayam yang membutuhkan stok banyak. Oleh karenanya Pasar Kosambi dijadikan target operasi pasar daging ayam yang pertama.

Dari ketiga pasar yang dijadikan target operasi pasar Jumat, kata Elly, Pasar Kosambi menajdi pasar yang paling banyak menghabiskan stok daging ayam. Berdasarkan data yang terserap dari tiga pasar itu, jumlah penjualan daging ayam di Pasar Sederhana dalam waktu tiga  jam sudah mencapai angka 400kg, sedangkan di Pasar Kosambi sendiri sudah 450 kg dan Pasar Astanaanyar menghabiskan 300kg.

Hal itu terjadi karena daging yang dijual pada operasi pasar di ketiga pasar tersebut hanya Rp32 ribu saja, selisih Rp8 ribu dari harga daging ayam Kamis (20/8).

Pewarta: Wanda
Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026