Antarajawabarat.com, 18/4 - Ketua Umum KONI Jabar 2010-2014 Azis Syarif (Alm) diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren "Maqdi Al Azis" di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
"Pesantren ini memang amanah Pak Azis sebelum wafat, dan harus selesai tepat tanggal 18 April, Alhamdulillah sekarang sudah diresmikan," kata Nunun Azis Syarif, istri almarhum Azis Syarif setelah peresmian pesantren Maqdis Al-Azis oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Sabtu.
Tanggal 18 April 2014 hari berduka untuk dunia olahraga Jawa Barat setelah Azis Syarif, meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dideritanya.
Sebelum ajal menjemputnya, Azis telah merintis pendirian Pondok Pesantren yang dibangun di lokasi yang kini berdekatan dengan tempat peristirahatannya yang terakhir.
"embaga pendidikan yang berbasis boarding scholl ini, mempunyai luas tanah keseluruhan 10.565 meter persegi.Dengan luas bangunan sekitar 3232 meter persegi," kata Nunun.
Di atasnya, terdiri dari masjid Jami Al-Azis, asrama untuk para siswa, kelas-kelas, laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya. Selain itu ada pula dua masjid yang dinamakan Al-Azis di komplek perumahan atlet di Cibiru dan komplek rumah sakit AMC, Cilenyi Kabupaten Bandung.
Ia menjelaskan pesantren yang menganut pendidikan Aliyah empat tahun ini, akan lebih menekankan pada penghafalan Al Quran atau hafidz dan penguasaan dua bahasa, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris.
"Tentang sistem pendidikan, kita berkerja sama dengan Yayasan Maqdis, yang terlebih dahulu menggunakan sistem boarding scholl," kata Nunun yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan KONI Jabar 2014-2018 itu.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Jabar 2014-2018 MQ Iswara menilai, langkah ini, dikategorikan sudah berhasil mengaplikasikan nilai dari “Jabar Kahiji”.
Artinya, kata Iswara, dengan didirikannya Boarding Scholl itu, Almarhum Azis ingin melahirkan putra-putri Jabar yang berkarakter Kahiji.
"Pemahaman Jabar Kahiji” ini bukan melulu tentang prestasi olahraga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 mendatang juteru di tahun 2016 nanti merupakan pintu gerbang menuju Jabar Kahiji di segala aspek," kata Iswara.
Almarhum sudah ingin melihat masyarakat Jabar “Kahiji” di akhlak, iman dan ilmu pengetahuan. Ini dilakukannya dengan mendirikan pesantren itu.***4***
