"Perayaan HUT KAA ke-59 sudah usai, 106 bendera telah diturunkan namun upaya menghidupkan dan menularkan semangat KAA kepada generasi muda harus tetap berlanjutkan," kata Kepala Museum Konferensi Asia-Afrika, Thomas Ardian Siregar di Ruang Utama Gedung Merdeka, Bandung, Jumat.
Ia menyebutkan, komitmen sejak awal rangkaian acara itu bertujuan mengajak generasi muda untuk merasakan semangat KAA.
"Pendapat miring yang mengatakan generasi muda pada saat ini apatis tidak benar. Anak muda pada saat ini memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi dan masih peduli dengan nilai-nilai dan kebanggaan bangsa dan negara," katanya.
Ia mencontohkan besarnya partisipasi dan apresiasi dari generasi muda yang turut berpartisipasi selama rangkaian peringatan KAA.
"Generasi muda sangat peduli dan berkontribusi terhadap peringatan ini. Mereka hanya perlu difasilitasi dan dirangkul," kata Thomas.
Ia menjelaskan, ruang pendidikan melalui museum-museum di Kota Bandung harus terus dihidupkan. Hal ini merupakan tugas dari semua pihak dan diharapkan pendidikan melalui museum dapat menjadi penggerak kehidupan berbangsa.
"Tugas kita menghidupkan kembali pendidikan melalui museum sehingga bersinergi dengan kehidupan bangsa," kata Thomas.
Menurut Thomas, nilai-nilai perdamaian kebersamaan dan kekompakkan tidak ada dengan sendirinya. Menurutnya dengan kondisi dunia pada saat pelaksanaan KAA tahun 1955 nilai-nilai itu diperoleh dengan susah payah. Oleh karena itu nilai-nilai ini harus tetap dilestarikan oleh generasi muda.
"Sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga nilai-nilai yang telah diperjuangkan para delegasi terdahulu," kata Thomas.
Lebih lanjut Thomas menyatakan Indonesia dan Kota Bandung pada khususnya patut berbangga bisa menjadi tempat diselenggarakannya KAA tahun 1955. Alasannya nilai-nilai kebersamaan, perdamaian dan kekompakkan itu akhirnya dapat diwujudkan di Kota Kembang yang berdampak global bagi kemerdekaan negara-negara Asia Afrika.***1***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.