"Oleh karena itu hasil rapimnas itu akan dikukuhkan di Mukernas PPP nanti yang Insya Allah akan diadakan di Bogor, Rabu (23/4). Dan itu mudah-mudahan akan menjadi ajang rekonsiliasi atau forum islah kader PPP," kata Rachmat Yasin, di Kota Bandung, Senin.
Ditemui usai menghadiri Penandatanganan MoU Komitmen Bersama dan Piagam Pengawasan Intern di Aula Perwakilan BPKP Provinsi Jabar Jalan Raya Cibeureum Kota Bandung, ia mengatakan salah satu poin penting dari hasil dari rapimnas sikap Suryadharma Ali yang hadir di kampanye Pemilu 2014 Partai Gerindra, di Jakarta, meyalahi AD/ART partai.
"Sehingga rapimnas kemudian menyatakan bahwa Suryadharma Ali diberhentikan untuk sementara waktu sebagai Ketua Umum PPP," katanya.
Ketika ditanyakan apakah hasil rapimnas PPP juga mementahkan koalisi dengan Partai Gerindra di Pilpres 2014, Rachmat Yasin menuturkan rapimnas bukanlah hanya menyoroti soal itu semata.
"Sebetulnya bukan persoalan koalisi dengan Gerindra. Koalisi dengan siapa pun masih sangat mungkin kita lakukan, termasuk dengan Gerindra," katanya.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya hanya fokus untuk membenahi segala kesalahan yang ada di tubuh partainya.
"Koalisi dengan siapapun, dari hasil Mukernas di Bandung, menyatakan bahwa koalisi atau dukungan capres/cawapres dilakukan melalui rapimnas. Ini kan tidakk dilakukan demikian, nyelonong begitu saja sehingga kita mempersoalkan," katanya.
Ia menegaskan, sebagai kader AD/ART partai menjadi rujukan utama dalam penentukan keputusan bukan keputusan satu orang kader/pengurus.***1***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.