"Akibat kebakaran itu seorang meninggal dunia dua orang mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke rumah sakit," kata tokoh masyarakat setempat, Ade Manadin melalui telepon seluler, Jumat.
Ia menuturkan api berawal diketahui dari salah satu rumah panggung milik keluarga Rahmat, Kampung Cimareme, Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, sekitar pukul 23.30 WIB.
Kobaran api tersebut, kata dia, menjalar ke rumah warga lainnya yang saling berdempetan hingga semuanya ludes terbakar beserta sebagian besar barang berharga dalam rumah tersebut.
"Semuanya ludes terbakar, termasuk tiga sepeda motor juga terbakar, api bisa dipadamkan pukul 02.00 WIB oleh warga dan mobil pemadam kebakaran," kata Ade yang juga menjabat sebagai ketua BPD Desa Tegal Gede.
Selain menghanguskan rumah beserta isinya, kata dia, kebakaran tersebut menewaskan satu orang anak Saeful Rohman (15) penghuni rumah dari keluarga Rahmat.
Korban tewas, kata Ade, diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika kobaran api sudah sebagian besar membakar bagunan rumah.
"Anak yang menjadi korban itu tinggal di rumah yang pertama kali terbakar," katanya.
Peristiwa kebakaran yang diduga dari konsleting listrik tersebut masih dalam penyelidikan dan olah tempat kejadian oleh pihak kepolisian setempat.
Seluruh penghuni rumah korban kebakaran berjumlah 52 orang sementara mengungsi di rumah sanak saudaranya masing-masing dan tetangga.
"Sementara warga ditampung di rumah warga dan saudaranya. Untuk bantuan korban kebakaran dari pemerntah belum ada, katanya masih di perjalanan," kata Ade.***4***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.