"Kami melakukan pendampingan kepada mereka (petani) yang sekarang awal tanam kita sarankan tidak menanam tanaman yang membutuhkan air banyak seperti padi," kata Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut Beni Yoga di Garut, Senin.
Ia menuturkan sejumlah daerah di Garut memiliki kawasan pertanian yang rawan dilanda kekeringan pada musim kemarau, sedangkan sumber air seperti sungai yang diandalkan petani terlalu jauh sehingga tidak bisa mengairi lahan pertanian.
Upaya mencegah kerugian yang besar dampak musim kemarau, kata Beni, salah satunya dengan menghindari dulu menanam padi maupun jenis tanaman lainnya yang membutuhkan banyak air.
"Sebaiknya menanam tanaman yang umurnya pendek, dan tidak membutuhkan banyak air," katanya.
Ia mengungkapkan saat ini sudah memasuki musim kemarau, meski begitu di beberapa daerah masih ada hujan dengan intensitas rendah.
Namun di daerah lainnya juga, kata Beni, ada beberapa desa dan kecamatan yang sudah hampir satu bulan tidak turun hujan sehingga areal pertanian kekurangan air.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026