"Kami menyambut baik regulasi baru, dimana jalan nasional di jalur strategis perbaikannya yang bisa langsung ditangani oleh anggaran pemerintah provinsi. Termasuk perbaikan infrastruktur ke jalur wisata bisa langsung ditangani provinsi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar H Nunung Sobari pada sosilalisasi Badan Promosi Pariwisata Indonesia di Bandung, Rabu.
Nunung menyebutkan, selama ini sejumlah jalan raya dengan status jalan nasional yang mengakses ke obyek wisata kerap terjadi kerusakan dan perbaikannya harus menunggu dari pusat.
Akibatnya kerusakan jalan nasional menuju obyek wisata dan jalur stratrgis lainnya yang banyak digunakan untuk traportasi vital masyarakat semakin rusak.
"Dengan ketentuan bisa langsung ditangani dan diperbaiki oleh provinsi, maka kondisi jalur itu diharapkan tetap prima," kata Nunung.
Ia menyebutkan, buruknya infrastruktur jalan raya menuju obyek wisata berpengaruh langsung kepada tingkat kunjungan wisata ke kawasan itu, khususnya bagi wisatawan lokal.
Hal senada juga, jalan buruk menuju obyek wisata juga menimbulkan citra buruk bagi wisatawam mancanegara yang telah menetapkan paket kunjungannya ke kawasan itu.
"Kondisi infrastruktur buruk menuju obyek wisata, dalam beberapa kasus mengakibatkan pencoretan paket kunjungan wisatawan, dan dialihkan ke tempat lain. Namun dengan mekanisme perbaikan infrastruktur di jalur strategis yang bisa langsung ditangani daerah, itu sebuah kemajuan," katanya.
Nunung menyebutkan, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat berkisar 300 ribu setiap tahunnya.
"Pergerakan kunjungan wisatawan lokal masih mendominasi, bisa mencapai empat juta orang per tahun, sedangkan wisatawan mancanegara kita pertahankan di angka minimal 500 ribu," katanya.
Sedangkan untuk meningkatkan kesan kunjungan ke Jawa Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar meningkatkan program Sapta Pesona dan memaksimalkan peran masyarakat pariwisata Jabar.
"Kesadaran wisata dari masyarakat menjadi prioritas, sehingga mereka tahu dan sadar dengan potensi wisata di daerah masing-masing, selanjutnya berperilaku sebagai potensi pariwisata," katanya.
Khusus Jawa Barat saat ini tengah menggalakan ikon dan cenderamata khas Jabar untuk wisatawan yakni senjata kujang dan angklung, disamping beberapa cenderamata khas Jabar lainnya.
"Senjata kujang merupakan cenderamata yang kami dorong sebagai ikon pariwisata Jabar, disamping angklung yang telah lebih dulu jadi cenderamata di sini," kata Nunung Sobari menambahkan. ***3***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026