"Jabar menargetkan menjadi destinasi dunia pada 2025, rintisannya sudah dilakukan sejak sekarang. Salah satunya dengan mendorong kelompok penggerak wisata dan jaringan sadar wisata di masyarakat pariwisata Jabar," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar Nunung Sobari di Bandung, Kamis.
Ia menyebutkan kompepar merupakan partner atau mitra kerja yang sangat penting, mengingat mereka berhadapan langsung dengan masyarakat baik sebagai wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.
Nunung lebih lanjut menjelaskan peran yang sangat diperlukan dalam pembangunan pariwisata adalah kesadaran masyarakat pariwisata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.
Salah satu aktivitas yang dapat diberikan oleh masyarakat dan swasta adalah dengan menciptakan suasana Sapta Pesona pada daya tarik wisata, yakni Aman, Tertib, Bersih, Indah, Sejuk, Ramah dan Kenangan.
"Karena itu pemgembangan kepariwisataan di Jabar harus diwarnai dengan pelaksanaan Sapta Pesona di semua aspek dan lini," ungkapnya.
Upaya pemberdayaan Kompepar di Jabar telah berbuah prestasi, salah satunya oleh kompepar di Jawa Barat, salah satu penghargaan tingkat nasional yang diraih, yaitu penghargaan Pokdarwis Peringkat Ke-II tingkat nasional 2012, yang diraih oleh Forum Komunikasi Kompepar Kabupaten Sukabumi.
"Mudah-mudahan pada tahun 2013 ini Jawa Barat juga akan mendapatkan kembali penghargaan Pokdarwis tingkat nasional," katanya.
Peran Kompepar perlu ditingkatkan lagi sehingga keberadaannya benar-benar dibutuhkan dalam pengembangan dan usaha jasa pariwisata.
"Kami menyambut baik kegiatan Pembinaan Jaringan Pokdarwis yang dilakukan selama ini, karena tanpa adanya sebuah jaringan Pokdarwis dengan pemerintah maupun dunia usaha, akan sulit berkembang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar itu menambahkan.
***3***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026