Kepala Rumah Tahanan klas I Cirebon, Davy kepada wartawan di Cirebon, Jumat, mengatakan, hasil kerajinan mebel berbahan rotan sejumlah narapidana di Rumah Tahanan klas I Benteng Cirebon, Jawa Barat, diminati oleh pasar ekspor Jepang dan Singapura.
Ia mengatakan, kerajinan mebel berbahan rotan hasil para narapidana memiliki kualiatas baik, rapih dan mampu menciptakan kreasi pesanan ekspor.
"Narapidana yang membuat kerajinan mebel berbahan rotan sekitar 30, karena lahan pembuatan terbatas, sehingga produksi masih terbatas padahal pesanan cukup tinggi,"katanya.
Lahan untuk mengembangkan berbagai kerajinan para narapidana terbatas, padahal minat dan bakat mereka potensial menghasilkan berbagai produk hingga tembus ekspor.
Yan, salah seoran narapidana menuturkan, kerajinan membuat mebel berbahan rotan sangat diminati oleh para narapidana, tetapi lahan untuk mengembangkan bakat mereka terbatas.
"Kreatif para narapidana di Rumah Tahanan klas I Cirebon potensial dikembangkan, butuh tempat yang memadai sehingga bakat mereka tersalurkan," katanya.***3***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.