Antarajawabarat.com,1/6 - Sejumlah anggota kepolisian dibantu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam melakukan pencarian beberapa orang imigran gelap asal Timur Tengah yang kabur ke hutan, Pantai Cijeruk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat.

Kepala Satuan Polisi Air, Polres Garut AKP Asep Suherli mengatakan imigran yang melarikan diri ke hutan itu setelah perahu yang ditumpangi terdampar di Pantai Cijeruk, Kecamatan Cibalong, Jumat sekitar pukul 12.30 WIB.

"Kita masih melakukan pengejaran sejumlah imigran lainnya yang melarikan diri ke hutan," katanya.

Ia mengatakan imigran gelap itu melarikan diri ke hutan ketika mengetahui ada anggota polisi datang untuk melakukan pemeriksaan kapal yang terdampar.

Petugas, kata Asep, berhasil mengamankan 55 orang imigran terdiri dari 45 orang laki-laki dewasa, lima wanita, dan lima anak-anak, sedangkan imigran lainnya dan pemilik perahu berhasil melarikan diri masuk hutan.

"Yang berhasil diamankan ada 55 orang imigran, diduga berasal dari Irak dan Pakistan," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah Garut, Teguh Setiawan, mengatakan telah menerjunkan tujuh petugas patroli untuk membantu polisi.

Petugas BKSDA tersebut, kata Teguh disiagakan di pos jaga kawasan hutan dan meningkatkan patroli mencari imigran yang diduga masuk ke kawasan hutan Cagar Alam Leuweung Sancang.

"Kita siap membantu melakukan pencarian, dan tetap koordinasi dengan polisi dalam urusan imigran," kata Teguh.

Perahu yang ditumpangi imigran gelap itu diduga hendak menyeberang ke negara Australia, namun gelombang laut cukup besar sehingga terseret ke pantai wilayah Garut.

Pihak kepolisian rencananya akan membawa imigran yang berhasil diamankan itu ke wilayah Kota Garut untuk menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang Kantor Imigrasi.***4***




Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026