Selanjutnya, 15 butir amunisi 39 milimeter spesial, pemicu atau "switching" dan senjata laras panjang US Karabian dan peredam yang biasa digunakan "sniper" di rumah kos terduga teroris di Bandung.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Abdulrakman Baso, Kamis, menuturkan penemuan 20 butir amunisi US Karabian yang sudah digergaji dan diambil serbuknya serta alat pemicu sudah menunjukkan adanya niat untuk merangkai bom.
"Tim tidak menemukan bom aktif namun hanya bahan-bahan pembuat bom dan akan diolah lebih lanjut oleh tim Inafis Labfor Mabes Polri yang disinergiskan dengan Polrestabes Bandung," tegasnya.
Terkait dengan identitas terduga teroris yang tinggal di lokasi penggeledahan ini, Abdul menjelaskan berdasarkan keterangan ketua RT dan pemilik kos, terduga teroris ini bernama Tedi, berusia sekitar 40 tahun, bertubuh kurus atau ramping dan berambut pendek.
"Terduga Tedi yang berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili di Bandung ini masih berkaitan dengan jaringan Cigondewah yang ditangkap di Margaasih Kabupaten Bandung Rabu kemarin," ujarnya.
Pihaknya, lanjut Abdul, memasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Jika sudah selesai maka akan diserahkan kepada pemiliknya yaitu Haji Ismaya," ujarnya.
Penggeledahan lokasi di Jalan Arum Sari VII Nomor 21 RT 05 RW 12 Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung ini dilakukan sejak pukul 15.35 dan berakhir pukul 19.15. ***2***
Uploader : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.