Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Diki Budiman ada sekitar 2.000 buruh lebih dari berbagai serikat pekerja atau buruh yang melakukan aksi unjuk rasa di berbagai titik salah satunya di Gedung Sate.
"Untuk yang di Gedung Sate saja ada sekitar 1.200 orang lalu massa di kantor PHI dan Dinsakertrans 250 orang kemudian di Gedung DPRD Kota Bandung 300 orang," kata Diki, di Gedung Sate.
Sementara itu, untuk arus lalu lintas sendiri, khususnya di kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu lancar dan tidak ada penumpukan berarti.
"Kalau antrean ada namun itu bisa diantasipasi dengan jumlah personel yang kita kerahkan," katanya.
Dalam aksinya, massa dari berbagai serikat pekerja dan serikat buruh mengusung isu yang sama yakni menolak upah minum, larangan berserikat, pemberian jaminan sosial dan kesehatan bagi buruh.
Tak hanya itu,isu kenaikan harga BBM juga menjadi perhatian buruh pada peringatan May Day.
Seperti yang dilakukan oleh FSPMI, F SP LEM SPSI Kota Bandung dan KSPI Bandung Raya yang menolak tegas kenaikan harga BBM karena berdampak pada naiknya harga-harga kebutuhan dasar masyarakat yang akan mengakibatkan daya beli buruh dan masyarakat.
"Memang ada kado indah yang diterima oleh buruh dari pemerintah yakni tanggal 1 Mei libur. Namun di sisi lain, kita juga bersiap-siap diberikan hal lainnya oleh pemerintah yakni rencana kenaikan harga BBM. Ini memberatkan kami dari buruh," kata koordinator F SP LEM SPSI Kota Bandung Rudi Rukmana.***1***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.