"Pengusaha harus berterima kasih kepada pekerja yang telah membantu menghasilkan keuntungan, bukan sebaliknya pekerja yang berterima kasih kepada pengusaha," kata Gubernur Heryawan pada "Costumer Gathering" PT Jamsostek (Persero) di Bandung, Sabtu.
Menurut gubernur, meski pengusaha memiliki dan didukung oleh kemampuan finansial yang berlimpah dan besar, namun tidak akan ada apa-apanya tanpa ada kehadiran pekerja dalam berproduksi.
Namun di sisi lain, kata gubernur, para pekerja juga perlu bekerja sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin untuk menjadi pekerja yang berprestasi dan berperan bagi perusahaan masing-masing.
"Hubungan industrial tetap dijaga, koordinasi dan hubungan dwipartit pengusaha dan pekerja harus terus dijaga agar iklim industri dan investasi tetap kondusif," kata Heryawan.
Gubernur Jawa Barat itu mengakui, masalah kesejahteraan buruh dan pekerja menjadi salah satu prioritas perhatian dari pemerintah daerah. Pemprov Jabar, kata Heryawan, telah menggulirkan dan akan terus membuat program untuk peningkatan kesejahteraan buruh.
Selain terus mendorong peningkatan penghasilan dengan kenaikan upah minimun kabupaten/kota setiap tahunnya, juga menggandeng pihak lainnya untuk merealisasikan program kesejahteraan bagi karyawan.
"Salah satunya kami berupaya untuk membangun rumah susun untuk pekerja dengan harga terjangkau di kantong-kantong industri, serta memfasilitasi KPR yang terjangkau melalui akses perbankan," katanya.
Selain itu, pihaknya terus berkolaborasi dengan PT Jamsostek yang nantinya akan menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenaga kerjaan melalui beberapa program CSR bagi pekerja di Jawa Barat.
"Industri manufaktur di Indonesia sebesar 53 persennya ada di Jawa Barat, tenaga kerjanya juga terbesar di Indonesia, untuk itu perhatian kepada masalah ketenaga-kerjaan di Jabar juga perlu lebih besar lagi, kata Heryawan menambahkan.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.