Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Tb Hasanudin, Sabtu, menuturkan kedua tes tersebut dilakukan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh partainya serta mendukung gerakan anti narkoba.
Dengan psikotes ini, lanjut dia, DPD PDIP Jabar juga ingin mengetahui potensi setiap kader, pengurus partai serta bakal calon anggota legislatifnya yang akan berlaga di Pemilu 2014.
"Kemudian yang mutlak, seluruh kader, pengurus dan caleg PDIP itu tidak boleh terlibat jadi pengguna atau pengedar narkoba," kata dia.
Oleh karena itu, kata Tb Hasanudin, setiap enam bulan sekali pihaknya akan melakukan tes urine terhadap semua pengurus, kader dan calegnya.
"Untuk tes urine ini kami bekerja sama atau dibantu oleh BNN dan kepolisian. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan. Jangan sampai kader PDIP terlibat narkoba," kata dia.
Pihaknya menambahkan, jika ada bakal caleg yang terbukti menggunakan narkoba maka akan diberikan sanksi.
"Kalau ada yang positif usai tes urine oleh BNN, maka nanti akan dicek sudah sejauh mana dia menggunakan narkoba, lalu belinya di mana. Itu akan jadk bagian operasi BNN. Tentu kami akan melakukan pendekatan sari sisi disiplinnya," katanya.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.