"Karena kelasnya tidak ada, jadi belajarnya bergantian nunggu kelas lain selesai belajar, baru bisa belajar di ruangan," kata Guru Kelas 4 SD Negeri Jangkurang 1, Iwan Sobandi saat ditemui di sekolahnya, Senin.
Aktivitas belajar mengajar di teras itu dibagi waktu untuk 30 siswa kelas 4 mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB, karena kelas pada jadwal jam tersebut digunakan kelas 3.
Siswa kelas 2 yang berjumlah 30 orang, mengalami kondisi serupa harus belajar beralaskan lantai, menunggu kelas 1 beres melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam ruangan hingga pukul 10.00 WIB.
Sedangkan aktivitas siswa kelas 5 dan 6, seperti biasa belajar mengajar dalam ruangan mulai jadwal masuk hingga selesai pulang sekolah.
"Kegiatan belajar seperti ini terus terjadi setiap hari, setelah ruangan yang dipakai siswa kelas 1 dan 3 selesai, baru kelas 2 dan 4 bisa belajar di ruangan," katanya.
Sementara itu, guru kelas 2, SDN Jangkurang I, Tia Nuraidah, mengatakan kondisi sekolah yang terbatas ruangan kelas cukup mengganggu konsentrasi siswa, juga guru saat memberikan materi pelajaran.
Ia mengatakan, siswa yang belajar di luar ruangan seringkali terganggu ketika ada aktivitas orang yang berada di lingkungan sekolah.
Bahkan ada sebagian siswa yang kurang memperhatikan guru saat menerangkan, karena memperhatikan pemandangan lain yang berada di sekitar lingkungan sekolah.
"Berharap ada penambahan kelas, agar siswa tidak menunggu kelas yang sedang dipakai, kalau kondisi ini lama dibiarkan, maka materi yang disampaikan akan sulit diserap siswa," kata Tia.***3***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.