"Hutan dulu melindungi para pejuang kita, sekarang giliran kita untuk melindungi hutan kita, kalau misalnya tidak ada yang peduli terhadap hutan kita siapa lagi," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono melalui siaran pers di Garut, Jumat.
Baca juga: Gubernur Jawa Barat komitmen terus tanam pohon cegah banjir
Ia menuturkan Polres Garut selama ini sudah melakukan gerakan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon di kawasan hutan wilayah Garut, seperti di hutan Kecamatan Cikelet.
Keberadaan hutan, kata dia, untuk memberikan manfaat dalam menjaga keseimbangan alam, dan juga menjadi sumber kehidupan ekonomi bagi masyarakat.
"Hutan kita saat ini menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat kita," kata Kapolres. Ia menyampaikan upaya pelestarian hutan merupakan langkah yang harus dilakukan oleh semua pihak untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan.
Kapolres mengatakan pada pertengahan Juli 2022 sejumlah kecamatan termasuk wilayah perkotaan di Kabupaten Garut dilanda bencana banjir bandang.
Baca juga: BNI dan PPATK tanam 2.000 bibit pohon peringati Gerakan Anti Pencucian Uang
Bencana alam yang terjadi di Garut itu, kata dia, berdasarkan analisa ternyata salah satu penyebabnya karena alih fungsi lahan hutan, dan juga kawasan hutan yang sudah gundul.
"Setelah dilakukan analisa ternyata salah satu penyebabnya adalah beralihnya fungsi hutan, adanya penggundulan hutan, dan termasuk adanya alih fungsi lahan yang seharusnya perhutanan menjadi perkebunan," kata Kapolres.
Penanaman pohon yang dilakukan oleh jajaran Polres Garut merupakan rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia sekaligus dalam rangka pelaksanaan program "Polri Peduli Hutan".
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026