ANTARAJAWABARAT.com, 24/4 - Sebanyak enam provinsi menargetkan raihan medali emas lebih dari seratus keping pada PON XVIII/2012 sehingga diprediksi menjadi ancaman serius bagi kontingen lainnya pada perhelatan olahraga empat tahunan itu.

"Berdasarkan pemantauan target daerah lain ada enam yang menargetkan emas di atas seratus keping, itu jelas merupakan tantangan bagi daerah lain, termasuk Jabar yang juga menargetkan di atas seratus emas," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Barat, Ucup Yusuf di Bandung, Selasa.

Daerah yang sudah merilis target mendulang lebih dari seratus keping emas adalah DKI Jakarta, Jatim, Kaltim, Sumsel, Riau dan Jawa Barat.

Bahkan DKI menargetkan sebanyak 150 keping emas, sedangkan Jawa Timur menargetkan 126 keping medali emas pada PON XVIII itu. Di sisi lain jumlah medali emas yang diperebutkan di ajang PON XVIII/2012 lebih sedikit dibandingkan pada PON XVIII/2012, terlebih dihapusnya cabang berkuda, hoki, drumband dan dansa.

"Sah-sah saja menargetkan raihan medali emas sebanyak itu, yang pasti semuanya harus diantisipasi karena kondisi di lapangan bisa berbeda. Kami prediksi kenaikan perolehan medali signifikan kemungkinan bagi Riau sebagai tuah rumah," kata Ucup.

Alasannya, kata dia adalah "fighting spirit" atlet tuan rumah bisanya meningkat saat berlaga di hadapan publiknya sendiri. Di sisi lain sebagai tuan rumah memiliki keuntungan bisa menurunkan atletnya dengan kekuatan penuh.

Meski jumlah kontingen yang menargetkan medali emas melebihi seratus keping lebih banyak dibandingkan di PON XVII/2008 di Kalimantan Timur, namun Kontingen Jabar tetap optimis untuk mendulang emad sesuai target melebihi raihan 2008.

Pada PON XVII/2008 di Kaltim, Jabar untuk pertama kalinya berhasil menembus raihan 101 medali emas, dengan moto target saat itu "Jabar Seratus". Namun saat itu, lejitan raihan medali emas DKI, Jatim dan tuan rumah Kaltim diluar perkiraan, di sisi lain sejumlah daerah mengalami penurunan raihan medali emas.

"Prediksi dan target raihan medali itu berdasarkan hasil babak kualifikasi dan peningkatan performance dalam latihan. Selain bisa mempertahankan emas pra kualifikasi, beberapa perak dan perunggu juga bisa diupayakan menjadi emas," kata Ucup Yusuf.

Menurut Ucup, Jabar tidak perlu panik menyikapi target seratus emas dipancangkan oleh daerah lainnya, karena sudah jauh-jauh hari Jabar menyiapkan atlet, termasuk berupaya mengembalikan performance cabang yang dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan prestasi.

Salah satunya dengan mendatangkan pelatih asal Gyeongsangbuk-do Korea Selatan yang ditugasi memegang kendali latihan di 10 cabang olahraga, beberapa diantaranya cabang olahraga unggulan.

"Ada beberapa cabang andalan Jabar di masa lalu yang dibangkitkan kembali, salah satunya menembak dan senam," kata Ucup.

Sejumlah cabang olahraga sudah melakukan Pelatda Sentralisasi, khususnya untuk cabang perorangan. Sedangkan optimalnya sentralisasi akan dilakukan dua bulan menjelang PON XVIII/2012, artinya mulai Juni atau Juli, seluruhnya sudah masuk sentralisasi.

Bahkan KONI Jawa Barat telah melakukan program Pembangunan Karakter (Caracter Building) bagi seluruh atlet Pelatda PON XVIII/2012 yang digelar di Depo Pendidikan dan Latihan (Dodiklat) Rindam III Siliwangi di Cikole Lembang, Kabupaten Bandung.

Selain itu sejumlah atlet berlatih di luar negeri, termasuk mengirimkan tim Pelatda sejumlah cabang olahraga berlatih dan ikut pertandingan di luar negeri. Selain itu program "try out" dilakukan di dalam negeri baik dengan menggelar kejuaraan maupun melakukan latihan bersama daerah lain.

"Sejauh ini program persiapan Pelatda PON XVIII/2012 Jabar dalam trek yang ideal, dukungan faktor teknis dan nonteknis dimaksimalkan seperti program sport medicine, pelatihan pelatih serta dukungan peralatan latihan dan pertandingan," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jabar itu menambahkan.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026