Bandung (ANTARA) - Guys, kalau kalian pikir copet zaman sekarang udah paling nekat, kalian harus dengerin plot twist kriminal dari Stasiun Bandung tahun 1961 ini. Ini bukti kalau penjahat zaman dulu tuh punya tingkat percaya diri yang di luar nalar sampai bikin korbannya melongo pasrah! Minimal thinking dulu makanya kalau lagi di fasilitas umum, ya.

Biar gak penasaran sama kejadiannya, langsung aja baca teks asli dari arsip Kantor Berita ANTARA edisi 28 September 1961 berikut:

Bandung, 28 September 1961 (Antara) – Pada saat kereta api tjepat meninggalkan stasion Bandung menudju Jogjakarta, Hadji Mn (45 th) mendjenguk dari djendela kereta api dan tiba2 katjamatanja disambar orang, jang berdiri diatas perron stasion.Pak Hadji melondjak2 sambil menundjukkan telundjuknja kepada "alap2" penjambar katjamatanja itu, tanpa bisa berbuat apa2.

Tapi si-penjambar ketjamata itu tidak melarikan diri, bahkan melambaikan tangannja kepada Pak Hadji sehingga orang jang berdesak2 di perron itu tidak menjangka ia pentjopet, melainkan keluarga Hadji itu.

Demikian laporan Hadji itu kepada polisi pagi ini tentang kejadjian jang dialaminja kemarin padi, tatkala ia pergi ke Tasikmalaja.

(Sumber: Pusat Data dan Riset ANTARA //pdra.antaranews.com/Twitter: @perpusANTARA)

Aksi "alap-alap" alias pencopet di stasiun ini bener-bener red flag sekaligus bikin tepuk jidat. Bayangin aja, korban bernama Pak Haji Mn yang berusia 45 tahun lagi santai menjenguk keluar jendela pas kereta cepat baru mau jalan meninggalkan Stasiun Bandung. Eh, tiba-tiba ada orang di peron yang dengan gerakan super fast langsung menyambar kacamata yang lagi dia pakai! 

Plot twist paling gilanya ada setelah aksi penjambretan itu. Bukannya langsung lari terbirit-birit ketakutan, si pelaku malah berdiri santai di peron sambil melambaikan tangan dengan sok akrab ke arah Pak Haji yang keretanya mulai berjalan menjauh.

Karena lambaian tangan akting si pencopet ini sangat meyakinkan, ratusan orang yang lagi berdesakan di peron sama sekali gak curiga. Mereka semua mengira kalau si pemuda itu adalah anggota keluarga Pak Haji yang lagi dadah-dadah dadakan melepas keberangkatan. Sementara itu, Pak Haji cuma bisa melonjak-lonjak emosi di dalam gerbong sambil menunjuk-nunjuk tanpa bisa berbuat apa-apa. Hukuman karma pasti berjalan, tapi trik manipulatif si pencopet lawas ini emang betul-betul di luar prediksi BMKG!

Baca juga: Bandung Baheula: Maling 2 induk kambing dapat "Bonus" 3 anak kambing
Baca juga: Bandung Baheula: Apes maling sepatu butut, Malah melongo divonis 6 bulan bui
Baca juga: Bandung Baheula: Apes bongkar warung demi rokok "Sebat"
Baca juga: Lagi asyik nonton di bioskop, tiba-tiba distop polisi gara-gara ada perampok nyusup!



Pewarta: Bandung Baheula
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026