"Jadi hari ini, silahturahim saja antara Mantan Kapolda Jabar dan Mantan Pangdam III Siliwangi. Ini bisa dikatakan pertemuan nostalgia," kata Iwan Soelandjana kepada wartawan di Hotel Holiday Inn, Rabu.
Seperti yang diketahui, saat ini Iwan Soelandjana menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat dan Edi Darnadi menjabat sebagai Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat.
Iwan mengatakan, jika komunikasi antara dirinya selaku pemimpin Partai Demokrat Jabar dan Edi Darnadi selaku pemimpin PAN Jabar maka bukan tidak mungkin komunikasi tersebut akan terjalin hingga ke bawah.
"Kita pikir dalam berkomunikasi itu, kalau di atas berlangsung positif pasti di bawah juga akan mengikuti. Kita turunkan ke bawah, bagaiamana membangun jawa barat ini," katanya.
Menurutnya, jika pimpinan antar partainya sudah berkomunikasi dengan baik maka komunikasi antara legislatif dan eksekutif bisa berjalan dengan harmonis.
"Kita ingin partai itu tidak berebut, tak gontok-gontakan, Kalau di dewannya 'smooth,' maka untuk mendukung pemerintah juga enak," kata Iwan.
Ketika ditanyakan apakah pertemuan antara dirinya dan Edi Darnadi merupakan kelanjutan dari koalisi "Bogor Connection", Iwan tidak membantah ataupun membenarkan.
"Ah, itu mah bisanya teman-teman media saja jelang Pilgub, cuma gara-gara saya, Pak Ruddy (Ketua DPD PDIP Jabar), Pak Rahmat Yasin (Ketua DPW PPP Jabar) dan Pak Edi orang bogor jadi dikaitakn dengan Bogor Connection," kata Iwan.
Sebelumnya, memang mencuat wacana Koalisi Bogor Connection dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2013.
Koalisi Bogor Connection mulai muncul ketika berlangsung silaturahim politik antara Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat (DPD PD Jabar) Iwan R Sulandjana dengan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jabar Rudy Harsa Tanaya di Bandung, minggu lalu.
Dalam silaturahim politik itu, menguak keinginan bersama untuk bersilaturahim juga dengan Ketua Dewan Pimpinan partai lainnya di Jabar yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.