"Dia dicurigai karena pulang dari Jakarta dan bergejala, kami antisipasi, soalnya kalau benar itu cepat menularnya, walaupun gejalanya ringan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dihubungi wartawan di Garut, Senin.
Baca juga: Luhut perkirakan puncak Omicron di Indonesia pertengahan Februari-awal Maret
Ia menjelaskan petugas kesehatan sudah melakukan langkah antisipasi terhadap seorang pasien yang dicurigai terjangkit Omicron dengan penanganan medis di di rumah sakit.
Dinas Kesehatan Garut, kata dia, telah mengambil sampel dari pasien tersebut untuk diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta yang memiliki peralatan medis mendeteksi ada atau tidaknya penularan Omicron.
"Kami sudah ambil spesimennya untuk dikirim ke Jakarta, pemeriksaan bisa 1-2 minggu," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.