"Beberapa waktu lalu HIPMI membangun jaringan dengan pengusaha muda ASEAN dan China dalam sebuah kerja sama, tahun depan akan perkuat jaringan dengan Eropa Timur dan Timur Tengah," kata Ketua BPP HIPMI Bidang Perdagangan Harry Warganegara Harun di Bandung, Rabu.
Menurut Harry, kerja sama dengan pengusaha Eropa Timur dan Timur Tengah itu akan dilakukan dengan skema seperti kerja sama dengan pengusaha muda ASEAN dan China.
Kerja sama tersebut, kata dia, dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin dua tahun sekali untuk membahas berbagai program dan kerja sama yang bisa dikembangkan oleh masing-masing pihak.
"Dalam kerja sama HIPMI dengan pengusaha muda ASEAN dan China dilakukan pertemuan reguler dua kali setahun. Skema itu akan dilakukan dengan mereka dari Eropa Timur dan Timur Tengah," kata Harry yang juga kandidat Ketua Umum BPP HIPMI itu.
Menurut dia, kerja sama jaringan dengan pengusaha muda Eropa Timur dan Timur Tengah itu cukup strategis untuk pengembangan bisnis khususnya dalam pembangunan infrastruktur.
Eropa Timur saat ini memiliki pertumbuhan di sektor teknologi yang murah dan efesien. Sedangkan Timur Tengah merupakan kawasan pemilik modal yang cukup potensial.
"Timur Tengah merupakan kawasan yang potensial dan punya modal berlebih. Mereka butuh penyaluran untuk mempertahankan keseimbangan ekonomi di negaranya, dan Indonesia merupakan salah satu negara yang punya pasar potensial. Kolaborasi ini cukup strategis," kata pria kelahiran Palembang 4 Januari 1971 itu.
Sistem keuangan syariah yang diterapkan di Timur Tengah merupakan salah satu keunggulan mereka untuk tetap bertahan dari gelombang krisis ekonomi.
"Lewat forum inisiatif ini, HIPMI akan berusaha memfasilitasi dalam mendatangkan investasi. Pertemuan akan digelar, dengan fokus untuk menarik investasi ke Indonesia, terutama di bidang infrastruktur dan perdagangan," katanya.
Terkait kerja sama ASEAN dan China dalam forum ASEAN - China Connectivity, ia mengatakan, HIPMI mencoba untuk melakukan inisiasi untuk peningkatan nilai tambah dan keuntungan dari kerja sama itu.
"Untuk mendukung kerja sama itu China akan membangun jalur rel KA dari Kunming ke hingga Malaysia. Kami juga mengusulkan agar terhubungnya jalur ASEAN - China di lautan agar mengakomodasi Indonesia, Brunei dan Filipina yang merupakan negara maritim," kata pria yang juga Ketua Kadin Sulawesi Barat itu.
Untuk membangun jalur KA lintas ASEAN hingga Malaysia itu, China menyiapkan dana sebesar 15 miliar dolar AS. "Kerja sama ini difokuskan agar Indonesia bisa mendapatkan nilai lebih dan mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di luar negeri serta mendorong pengusaha muda berani dan mampu bersaing di pasar global," kata Harry Warganegara Harun.***5***
(S033)
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.