ANTARAJAWABARAT.com,24/8 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pejabat dan aparat di daerah untuk melakukan evaluasi secara menerus atau kontinyu terkait hambatan dan pengaturan lalu lintas jalan raya khususnya yang selama ini dianggap bermasalah.

"Evaluasi secara menerus, tiap tahun harus dipantau terus perkembangan dari hasil penanganan permasalahan jalan raya, seperti di kawasan Nagreg ini," kata Presiden Yudhoyono di sela-sela peninjauan ke kawasan Nagreg Kabupaten Bandung, Rabu.

Secara khusus, Presiden meminta kepada Pemprov Jabar, Pemkab Bandung serta Polres Bandung untuk melakukan evaluasi dari hasil ikhtiar penanganan kemacetan di kawasan Nagreg melalui pembangunan Jalur Lingkar Nagreg.

Presiden minta pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh dan kontinyu terkait permasalahan di jalur Nagreg. Ia berharap pembangunan jalan lingkar tersebut memberikan hal positif bagi masyarakat terutama pengguna jalur itu.

"Nagreg merupakan salah satu 'botle neck' kita selama ini, dan Lingkar Nagreg diharapkan memberikan nilai positif bagi kawasan itu. Namun tetap harus dievaluasi mungkin Nagreg menjadi lancar namun ada masalah di titik lainnya, perlu segera diatasi lagi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga berpesan untuk melakukan penanganan dan pengamanan di jalur mudik/balik Lebaran 2011 secara maksimal.

Menginventarisasi dan mengatasi hambatan-hambatan yang ada dengan memanfaatkan pengalaman pengamanan pada Lebaran tahun sebelumnya.

Terkait pentingnya evaluasi baik kondisi jalan maupun hambatan jalur jalan raya, menurut Presiden untuk mendapatkan cara terbaik penanganannya. Selain di Nagreg juga di sejumlah titik jalur utama lainnya seperti di Pantura dan sebagainya.

Sementara itu dalam peninjauannya ke tanjakan Lingkar Nagreg, Presiden mendapat paparan dari pejabat Kementerian PU terkait proses dan tahapan pembangunan Lingkar Nagreg yang saat ini sudah mendekati tuntas.

Sedangkan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono yang ikut dalam rombongan itu juga memberikan masukannya. Antara lain mengusulkan pembuatan 'traffic kejut' atau jalan yang dibuat bergelombang di jalan Nagreg lama untuk mengingatkan pengendara untuk mengurangi kecepatan kendaraanya saat memasuki turunan Nagreg.***4***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026