"Terus terang saja saya sangat berharap HIPMI mencetak pengusaha-pengusaha dermawan di Jawa Barat. Saya menyambut baik HIPMI masuk kalangan perguruan tinggi, itu positif," katanya saat menghadiri Diklarasi HIPMI Perguruan Tinggi di Gedung Merdeka Kota Bandung, Rabu.
Acara Deklarasi HIPMI Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh 100 kampus se-Indonesia itu dihadiri oleh Wapres Boediono dan Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan.
Heryawan menyebutkan, pihaknya komitmen untuk mendukung pencetakan wirausaha baru di Jawa Barat dalam rangka menumbuhkan perekonomian dan perluasan lapangan pekerjaan.
Jabar merupakan provinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia sebanyak 43 juta jiwa sangat berkepentingan terhadap program riil pengentasan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi.
"HIPMI diharapkan menularkan virus wirausaha yang diikuti dengan mempersiapkan mereka menjadi pengusaha yang berkualitas, kapable, jujur dan dermawan. Artinya mereka diharapkan tidak pelit berbagi kiat dan pengalaman bisnis," Heryawan.
Gubernur menyebutkan, jumlah pengusaha di Jawa Barat saat ini di bawah dua persen dari total penduduk di Jabar. Kehadiran HIPMI di kampus-kampus, diharapkan bisa memberikan pencerahan dan mendorong minat untuk berwirausaha.
Selain itu ia juga mendukung kurikulum kewirausahaan di kampus-kampus yang bisa bersinergi dengan program HIPMI dan yang lainnya.
"Dukungan kami bagi pencetakan wirausaha baru tak hanya ke HIPMI, tapi juga ke organisasi dan isntitusi lainnya. Gerakan pencetakan wirausaha harus dilakukan secara massal dan sinergi," katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat berkomitmen dukungan pencetakan wirausaha baru itu juga akan diikuti dengan keberfihakan pemerintah dalam memfasilitasi mereka yang akan memulai atau pengembangan usaha.
"Pak Wapres mengimbau agar pemerintah daerah memfasilitasi mereka, itu pasti salah satunya dalam perijinan pendirian badan usaha. Kami komitmen untuk mendukung mereka," kata Heryawan menambahkan.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.