"Layanan G-Cloud merupakan jaringan konektivitas jaringan yang diperlukan pemerintah dengan menempatkan tanggung jawab penyediaan infrastruktur dan manajemen teknologi informasi kepada Telkom," kata Direktur Entreprise & Wholesale Telkom Arief Yahya di sela-sela e-Indonesia Initiatives di Kampus ITB.
Menurut Arief, G-Cloud merupakan sebuah layanan information communication technology (ICT) yang bersifat complete, affordable dan simple yang menyediakan media untuk mengkolaborasikan melalui TelkomCollaboration antara modul aplikasi goverment dan portal pemerintah dalam model komputasi awan atau "cloud computing".
Secara umum, kata dia benefit layanan itu bagi pemerintah antara lain tidak membutuhkan investasi, tapi penggunaan TIK dikompensasi dalam biaya rutin. Tidak perlu lisensi software yang digunakan.
Selain itu juga tidak menggunakan hardware, software sesuai dengan kebutuhan, mempercepat peningkatan kapasitas sistem, integrasi e-goverment, email, instan massaging dan share dokumen ke dalam satu portal serta memperluas jaringan konektivitas pemerintah.
"Layanan ini sejalan dengan Inpres No.3/2003 tentang kebijakan dan strategi nasional tentang pengembangan e-goverment," katanya.
Targetnya mencakup 87 kota, 348 kabupaten, 5.224 kecamatan dan 6.890 kelurahan di Indonesia.
"Selain merupakan peluang besar bagi Telkom untuk memberikan layanan komputasi awan, juga sumbangsih untuk membantu meningkatkan efektivitas perusahaan," kata Arief Yahya menambahkan.
Sementara itu Konferensi e-II Forum VII 2011 di Kampus ITB itu mengambil tema "Membangun ekosistem broadband dan merancang komputasi awan Indonesia".
Konferensi itu bertujuan mengenali hasil penelitian, pengembangan produk/layanan dan pengembangan kebijakan terkait TIK khususnya pita lebar dan komputasi awan menyongsong era baru e-Indonesia yang meliputi infrastruktur masa depan serta generasi baru terkait content, e-Goverment dan public service.
Hadir pada forum itu Menkominfo Tifatul Sembiring serta sejumlah pejabat teras Telkom dan ITB.
"Iseu komputasi awan itu jelas barang baru yang harus ditangkap agar tidak ketinggalan, pemerintah mendukung langkah6Langkah strategis untuk pengembangan komputasi awan atau cloud computing," kata Menkominfo menambahkan.***4***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.