"Kami sudah melakukan studi kelayakan di daerah tersebut sejak 2005 dan hasilnya daerah itu layak untuk dijadikan lokasi bandara," kata Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Deny Juanda kepada ANTARA, Minggu.
Deny menjelaskan, bandara ini adalah untuk pariwisata di daerah selatan Kabupaten Sukabumi. Pembangunan bandara itu dilakukan berja sama dengan TNI AU untuk dukungan penumpang, fasilitas pariwisata dan idustri agromarine.
Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan Bandara Citarete juga sudah masuk pada Rencanan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jabar 2009-2029. "Pembangunan tersebut akan memakan biaya sekitar Rp1,5 triliun di luar biaya pembebasan lahan," jelasnya.
Menurut dia, pembangunan bandara yang berkonsep pariwisata ini tidak lepas dari Pemkab Sukabumi yang erhasil melakukan promosi besar-besaran bidang pariwisata dan investor dalam pengembangan wilayah dan agromarine.
Pembangunan bandara ini tujuan akhirnya adalah mempermudah akses menuju daerah pariwisata di selatan Kabupaten Sukabumi dan wujud pengembangan wilayah Palabuhanratu.
Deny menambahkan, Pemkab juga telah memproses perizinan dari Kementerian Perhubungan RI.
"Dimensi bandara ini adalah runway sepanjang 9 km dan lebar 30-60 meter, dan untuk akses jalan ke lokasi melalui jalan arteri sekunder (jalan provinsi) dari Pelabuhan Ratu ke Surade melalui Ciemas," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi Dodi Sumantri menuturkan, pihaknya sudah mengetahui rencana pembangunan bandara di Citarete dan saat ini pemkab tengah memperbaiki sejumlah sarana dan prasarana di daerah tersebut untuk menunjang pembangunan bandara ini.
Aditya
Editor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.