"Sampai Selasa pagi saya belum terima undangan untuk Kongres PSSI 26 Maret, nanti saya akan tanyakan jangan sampai mepet karena kita butuh persiapan," kata Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) H Umuh Muhtar di Bandung, Selasa.
Ia menyebutkan, Kongres PSSI untuk memilih komite pemilihan dan komite Banding adalah hal strategi dimana Persib akan menyampaikan beberapa masukan.
Pengda PSSI Jawa Barat juga hingga Selasa belum menerima surat undangan dari PSSI untuk memilih Komisi Pemilihan dan Komisi Banding yang merupakan kelengkapan untuk Kongres PSSI yang rencananya digelar akhir April 2011 itu.
"Kami belum terima undangan dan masih menunggu," kata Staf Sekretariat Pengda PSSI Jabar Ahmad Sunaryo.
Sementara itu Dirut PT PBB Umuh Muhtar, mengharapkan pengunduran Kongres PSSI untuk pemilihan Ketua Umum PSSI kali ini berlangsung mulus dan benar-benar memunculkan figur-figur yang memberikan pembaharuan bagi PSSI dan pembinaan sepak bola nasional.
"Jangan sampai ada ribut-ribut lagi, lebih baik ribut sekarang daripada nanti ribut saat energi dibutuhkan untuk pembinaan," kata Umuh.
Ia menyebutkan, Persib tetap akan mengusung nama George Toisutta dan Arifin Panigoro untuk maju menjadi calon Ketua Umum PSSI pada pemilihan mendatang.
Meski keduanya disebut-sebut tidak bisa mencalonkan diri seperti halnya putusan FIFA, namun menurut Umuh keduanya masih yang paling layak untuk memimpin PSSI karena memiliki visi dan misi yang jelas serta punya loyalitas.
Terkait munculnya nama Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta dan mantan Ketua Umum PBSI, H Umuh menyebutkan belum mengenal lebih jauh sosok itu. Namun demikian ia tahu Sutiyoso saat menjadi motor penggerak kebangkitan Persija Jakarta.
"Saya belum tahu lebih jauh Pak Sutiyoso, sementara kami tetap untuk mengusung Pak George dan Pak Arifin Panigoro," kata Umuh Muhtar.
Sementara itu Kongres PSSI untuk memilih komite pemilihan dan komite banding rencananya akan digelar di Hotel Premiere, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, 26 Maret 2011.
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.