Ngamprah, 29/12 (ANTARA) - Puluhan warga Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat , Jabar, Rabu, melakukan aksi demonstrasi akibat pihak PT. Ramayana Lestari Sentosa Padalarang tidak mempekerjakan warga sekitarnya.

Para peserta aksi yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu tersebut, mengaku bagian dari warga RW 15 dan 21, Kampung Cijeungjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, KBB, tetap meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak melakukan diskriminasi dalam perekrutan karyawan.

Bahkan seharusnya, perusahaan memprioritaskan penerimaan pekerja dari warga sekitar lokasi perusahaan itu dibangun, kata koordiantor aksi Astra dalam orasinya.

Sambil mengumandangkan lagu Indonesia Raya, demonstran mengancam akan tetap melakukan aksi demonya, selama pihak perusahaan masih bersikukuh tidak menggunakan "jasa" dari pekerja warga Kampung Cijeungjing.

Dikatakannya pula, tidak masuknya warga setempat dalam perusahaan itu merupakan sebuah pelanggaran.

Ditambahkan Ketua Pusat study kajian Politik ekonomi dan pembangunan (PUSKAPOL EKBANG), Holid Nurjamil, bahwa berdasarkan UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab secara Ekonomi, Sosial dan lingkungan. Salah satunya adalah mengakomodasi kepentingan warga sekitar.

Sedangkan berdasarkan Perda tentang ketenagakerjaan KBB bahwa perusahaan diwajibkan membuka ruang publik untuk mengakses informasi tentang Bursa tenaga Kerja. Bursa tenaga kerja itu dilakukan secara bersama antara pihak perusahaan dan Dinsosnaker.

"Kalau kita lihat kinerja Dinsosnaker kurang Profesional dalam menyampaikan informasi tentang Bursa tenaga kerja yang ada seperti di Ramayana Padalarang," tandasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Masyarakat Bandung Barat Bersatu (Mabbes) Yan C Tobing mengaku, jika dirinya bisa memahami kekesalan yang dialami warga.

Menurutnya, warga kesal karena mereka tidak terakomodir untuk bisa bekerja dalam perusahaan yang ada di lingkungannya tersebut.

Pembangunan Ramayana Padalarang yang dilakukan sejak enam bulan lalu sudah dalam tahap finishing, saat ini menurut informasi dikalangan terbatas akan dilakukan penerimaan karyawan untuk jabatan Pramuniaga 100 orang, Satpam 10 Orang, Teknisi lima orang dan dekorasi dua Orang. Total karyawan yang direkrut sebanyak 117 Orang.

"Ramayana Padalarang tidak peduli terhadap lingkungan, seharusnya dalam proses rekrutmen karyawan mengutamakan warga masyarakat sekitar lingkungan Perusahaan yang dianggap memenuhi kualifikasi. Sisanya melaui Proses rekrutment secaraa terbuka sehingga semua orang terutama warga masyarakat KBB mempunyai kesempatan yang sama," ujarnya.

Lebih lanjut ditegaskannya jika PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk, sebagai pemilik dan pengelola Ramayana Padalarang sangat tidak transfaran dalam proses rekrutmen karyawan, sehingga warga masyarakat disekitar perusahaan tidak megetahui kapan dan dimana untuk mengajukan lamaran.

Rekrutmen ini akan dilakukan pada tanggal 27-29 Desember 2010, yang dalam proses pengajuan lamarannya dimasukan melalui Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KBB.

Sampai saat ini tanggal 26 Desember 2010 proses sosialisasi belum jelas. Sehingga pihaknya menduga dengan waktu yang mepet untuk sosialisasi dan penerimaan lamaran ini akan dimanpaatkan oleh para broker tenaga kerja yang bermain.

Dampaknya adalah warga sekitar tidak akan terakomodir dan juga kualitas karyawan yang dihasilkan juga tidak akan maksimal dan yang rugi juga pihak Ramayana.***1***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026