Cimahi, 17/12 (ANTARA) - Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, akan menggelar operasi pasar khusus beras untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras bagi keluarga miskin di kota tersebut.

Pemerintah pusat melalui Perum Bulog daerah sudah mengalokasikan beras untuk keluarga miskin (raskin) pada akhir tahun, kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Cimahi Endang Hidayat kepada wartawan, Jumat.

Menurut dia, cadangan beras tersebut telah disesuaikan dengan jumlah raskin untuk setiap wilayah di Jawa Barat.

"Total cadangan raskin untuk Kota Cimahi adalah 313.050 kilogram untuk 20.870 rumah tangga sasaran (RTS). Selama 2010, jumlah raskin yang terserap di Kota Cimahi sebesar 3.547.900 kilogram dari total raskin sekitar 16.987.126 kilogram untuk empat wilayah," katanya.
Keempat wilayah tersebut yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Menurut Endang, pada saat pelaksanaan OPK setiap RTS mempunyai jatah raskin sebanyak 15 kilogram dengan harga per kilogram Rp1.600 dengan cara pembayaran dilakukan secara tunai. Hal tersebut berbeda dengan pembayaran raskin reguler.

Kepala Seksi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan, dan Pertanian (Diskoperindagtan) Kota Cimahi Eddhi Nugroho menuturkan, pasokan raskin pada OPK kali ini dapat mencukupi kebutuhan hingga Februari 2011.

"Kebutuhan raskin untuk RTS Cimahi sudah disiapkan hingga Februari 2011. Salah satu alasannya adalah karena harga beras menjelang akhir tahun dan bulan kedua pada awal tahun masih relatif mahal. Solusinya, pemerintah akan berupaya mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat dengan mengadakan OPK," ujarnya.

Dijelaskannya, berdasarkan pantauan di beberapa pasar di Kota Cimahi, harga beras IR 64 kualitas menengah ke atas naik Rp500 hingga Rp700 per kilogram. Sedangkan harga beras IR 64 biasa naik Rp300 hingga Rp500 per kilogram.

Sementara itu, empat pengelola raskin kelurahan masing-masing Kelurahan Cipageran, Cibeureum, Cigugur, dan Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi mendapat penghargaan khusus karena dianggap sukses dalam pembagian raskin sehingga dapat diserap oleh RTS masing-masing tepat waktu.

"Selain itu, masing-masing kelurahan itu tidak ada tunggakan pembayaran raskin sehingga apabila dilihat dari tertib administrasi, kelurahan-kelurahan tersebut sudah dapat mengaplikasikan secara baik," kata Endang.

Ia berharap, penghargaan tersebut akan memotivasi kelurahan lain di Kota Cimahi untuk mengimplementasikan tertib administrasi dalam distrbusi raskin. ***2***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026