Sumedang, 26/11 (ANTARA) - Berbagai minyak nabati dengan oksidasi ozon, dan irradiasi ultrasonik dapat membuat biodiesel 100, kata Wawang Suratno, dari Jurusan Kimia, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Unpad, Jumat.

Biosel meruapakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel, yang mempunyai keunggulan karena terbarukan, tidak beracun dan 'biodegrabable'.

"Secara umum, biosel masih memiliki rantai asam lemak panjang, sehingga viskosita, titik awan dan titik nyalanya masih tinggi," jelasnya.

Biosel yang dapat digunakan sebagai, lanjut dia, umumnya campuran dengan petrodiesel maksimum 30 persen. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat biodiesel 100, antara lain dengan menggunakan minyak goreng bekas, minyak jarak, minyak kelapa dan minyak mikroalga.
"Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut, adalah rekayasa molekul dengan oksidasi ozon dan bantuan gelombang ultrasonik," kata dia.

Dikatakannya, asam lemak yang teroksidasi adalah asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap, seperti asam oleat dan linoleat yang terdapat banyak dalam minyak jarak.

Menurutnya, untuk menghasilkan biodiesel 100 yang yang benar-benar dapat dipakai, penelitian telah dilakukan. Terakhir tahun 2009 dalam bentuk uji produksi.

Setelah diuji pakai pada mesin diesel, kata Wawang, produk biodiesel 100 kenerjanya menunjukkan tidak jauh berbeda dengan petrodiesel. ***5***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026