Bandung, 22/11 (ANTARA) - Muba Hangtuah IM Sumsel berhasil mengalahkan lawannya BimaSakti Nikko Steel Malang dengan mudah 63-44 pada laga lanjutan National Basketball League (NBL) Seri II Bandung di GOR C-tra Arena Bandung, Senin.

Sejak kuarter pertama tanda-tanda kemenangan bagi Muba telah terlihat terlebih saat permainan memasuki dua menit terakhir kuarter III. Dimana skor antara Muba dan Bimasakti nyaris 20 poin. Pada kuarter pertama kekalahan Bimasakti atas lawannya terpaut tipis hanya 11-14, Kuarter II 30-15, kuarter III 30-46 dan kuarter IV 44-63.

Kemenangan Muba Hangtuah pada pertandingan tersebut, poinnya banyak disumbangkan oleh Dian Heryadi dengan 15 poin dan Ary Sapto 12 poin serta Tri Wilopo dengan 11 poin.

Menurut Pelatih Muba Hangtuah IM Sumsel, Nathaniel Canson, kemenangan timnya bukanlah perkara sulit. Pasalnya, dirinya tahu persis jika tim lawan yang dihadapinya bukanlah tim yang sepadan jika melihat dari materi pemain.

Dirinya, akan lebih senang jika mampu mengalahkan tim favorit seperti Garuda Flexi Bandung dan Pelita Jaya Esia Jakarta.

"Pokoknya saya ingin memenangkan pertandingan saat tim ini bertemu Garuda. Karena bagi saya Garuda memili materi pemain yang luar biasa hampir di setiap lini. Mereka salah satu tim ideal dalam kompetisi ini," kata Nathaniel kepada wartawan usai pertandingan.

Ditegaskannya, rahasia kemenangan timnya pada laga tersebut berkat kesuksesan dalam melakukan defence dan langsung menyerang dan memasukkan poin saat bola dikuasai anak asuhnya. Meski begitu, dirinya pun sadar jika timnya masih memiliki kendala serius terutama dalam hal rebound.

Lebih lanjut ia ingin segera berhadapan langsung dengan tim tuan rumah Garuda Flexi Bandung. Ia melihat meski Garuda sepanjang seri II dimulai Garuda belum pernah menang, itu bukanlah masalah besar bagi tim bertabur bintang tersebut. Pasalnya, ada hal yang harus diwaspadainya yakni kebangkitan dari Garuda menyusul kekalahan beruntunnya.

"Saya tidak tahu persis apa yang terjadi dengan Garuda sehingga bisa kalah terus. Meski begitu, Garuda tetap tim yag hebat," imbuhnya.

Sementara itu, bagi Manajer Bimasakti Nikko Steel Malang, Hartono Panamal, kekalahan yang diderita timnya lantaran anak asuh besutan Eddy Santono ini mengalami kekalahan fisik.

Sebab, dengan kelelahan fisik pemain akan sulit mengembangkan permainan sehingga sepanjang pertandingan Deny Sartika cs banyak melakukan kesalahan umpan.

"Kekalahan kali ini merupakan kekalahan kedua kalinya dari tiga kali pertandingan. Kita harapkan dengan adanya jeda pertandingan bisa dimanfaatkan dengan oleh para pemain agar bisa memulihkan staminanya kembali," katanya.***4***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026