Ngamprah, 20/9 (ANTARA) - Sebanyak tujuh dari 979 calon haji (calhaj) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) gagal berangkat ke tanah suci Mekkah, karena mereka belum melunasi ongkos naik haji.

"Bagi mereka yang telat melunasinya harus menunda keberangkatannya. Sebab, pada 13 Oktober ini, jadwal pemberangkatan pertama haji secara nasional," kata Kepala Kantor Kementerian Agama KBB, Imron Rosadi kepada wartawan, Senin.

Menurutnya, mulai hari ini sudah ada vaksinasi meningitis para calon jemaah haji. Vaksinasi itu dimaksudkan untuk kekebalan tubuh para jemaah saat harus menjalankan berbagai rangkaian ibadah dan menyesuaikan suhu udara.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KBB Tedy Sulaksana mengungkapkan, ada 200 calon jemaah haji yang divaksin yakni flu dan meningitis pada Senin ini. Mereka adalah jemaah calon haji asal Cikalongwetan, Padalarang, Cipatat dan Ngamprah.

Jika masih ada calon jemaah calon haji yang belum divaksin masih ada tenggang waktu hingga 27 September 2010 ini. "Ada 24 petugas yang memeriksa para calon jemaah haji ini. Tetapi bagi yang hamil 14 hingga 24 minggu tidak boleh divaksin," katanya saat ditemui di Masjid Riadul Huda Ngamprah KBB.

Namun, sambung dia, bagi wanita usia subur terlebih dahulu di "screening" sebelum divaksin. Dan itu adalah ketentuannya sehingga wajib diikuti para calon jamaah haji usia subur. "Vaksin meningitis wajib bagi calon sebab jangan sampai terjadi sesuatu saat beribadah," tandasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Agama KBB menyatakan, kuota pemberangkatan ibadah haji pada 2010 dan 2011 bagi masyarakat KBB telah terpenuhi. Jamaah yang mendaftar pada tahun ini masuk dalam daftar tunggu untuk pemberangkatan tahun 2012.

"Kuota 979 orang per tahun untuk masyarakat Kabupaten Bandung Barat sudah terpenuhi. Jadi yang mendaftar saat ini sudah masuk dalam daftar tunggu untuk 2012, karena untuk 2010 dan 2011 sudah penuh," kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat Imron Rosyadi.***2***
(U.pso-215/B/Y008/Y008) 20-09-2010 17:47:04


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026