"Selain banyaknya mesjid dan mushalla di jalur itu, hampir di semua rumah makan dan sebagian SPBU juga menyediakan fasilitas mushalla. Secara umum fasilitas mushalla di jalur mudik memadai," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman di Bandung, Minggu.
Menurut Hafidz Utsman, MUI Jabar secara khusus memantau ketersediaan fasilitas itu baik di jalur utama maupun alternatif mudik Lebaran.
Selain mushalla, ketersediaan toilet di jalur mudik juga bukan masalah pada Lebaran 2010, dilengkapi dengan ruang parkir yang memadai.
"Tidak ada lagi penumpang atau pengguna jalan yang harus menahan untuk membuang air kecil. Fasilitas itu sangat penting," katanya.
Namun demikian, menurut Hafidz, pihaknya tidak menutup mata bila ketersediaan airnya belum memiliki standar kesucian yang merata. Bisa jadi airnya bersih tapi tidak suci, atau bahkan kedua-duanya tidak terpenuhi.
"Bisa saja fasilitas mushallanya bersih dan airnya juga, namun tidak menyucikan. Itu perlu menjadi perhatian ke depan," kata Hafidz Utsman.
Sementara itu, MUI Jawa Barat berpendapat perayaan Lebaran yang digelar melalui proses mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman merupakan adalah sah-sah saja, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.
"Berlebaran yang dilakukan dengan mudik, boleh-boleh saja, asalkan tidak melakukannya secara berlebihan dan tetap menjaga keselamatan dan kesehatan masing-masing," kata Hafidz Utsman.
Namun yang terpenting, katanya, setiap muslim mampu menangkap makna dan nilai-nilai Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. ***3***
(U.S033/B/R007/R007) 12-09-2010 13:47:12
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.