"Kita sudah melakukan berbagai persiapan, untuk kenyamanan dan keamanan para pengunjung," tutur Budi, staf Unit Pengelola Kepariwisataan, Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Kamis.
Jumlah pengunjung di objek pariwisata Jatlihur diperkirakan bakal membludak sejak dua hari pascalebaran atau H+2 pada Minggu (19/9).
Sejumlah kapal pesiar telah dipersiapkan untuk mengangkut wisatawan berkeliling waduk Jatiluhur, dan juga berbagai hiburan siap digelar.
Hotel dan bungalow di Jatiluhur, telah banyak dipesan. PJT II memperkirakan objek wisata Jatiluhur akan dipadati pengunjung selama sepekan pascalebaran.
Sementara itu ratusan warung-warung kaki lima "dadakan" telah berderet di tepi waduk Jatiluhur, untuk menyambut pengunjung pascalebaran.
Ratusan perahu tradisional yang sehari-hari digunakan sebagai transportasi warga, juga tampak berderet di pinggir waduk dan dipersiapkan untuk melayani pengunjung.
Warisdi (34), salah seorang pemilik perahu tradisional di Jatiluhur mengaku selama bulan puasa pendapatannya anjlok karena langka penumpang.
"Selama musim libur Lebaran, kita berharap dapat rejeki banyak," tutur Sukanta, tukang perahu yang mengaku hampir tidak memperoleh pendapatan selama bulan puasa.
Selain menjadi objek pariwisata, waduk Jatiluhur juga dimanfaatkan sebagai sentra produksi ikan air tawar di Jawa Barat, dan tempat penggojlokan atlet dayung nasional.
Adjat S
Editor : Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.