yang menghambat pengguna jalan.
Warim Amd (36), Kepala Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Sabtu, mengatakan padatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalur utama pantura Indramayu setiap akhir pekan, sehingga terjadi kemacetan di daerah yang sedang
mengalami perbaikan jalan.
"Perbaikan jalan yang sudah berlangsung kurang dari dua pekan cukup menghambat pengguna jalan baik penduduk sekitar juga mereka yang hanya melintas, pengguna kendaraan baik sepada motor, mobil harus sabar akibat terjadi penumpukan kendaraan," katanya.
Sementara itu Briptu Hendra (27)salah seorang polisi yang sedang mengatur kendaraan menuturkan, kepadatan jalur pantura meningkat pada akhir pekan, ditambah kondisi jalan sedang
dalam perbaikan untuk persiapan arus mudik.
"Kami berusaha mengatur kendaraan namun tidak bisa mengatasi kemacetan akibat jumlah kendaraan terus meningkat menjelang sore hari," katanya.
Dikatakannya, pengguna jalan harus memahami perbaikan jalan, karena jika sudah selesai arus kendaraan baik dari Jakarta menuju Cirebon pasti lancar, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk menggunakan jalur alternatif.
Dikatakan Yanto(45) sopir bus Luragung Jaya, jalur pantura Indramayu setiap akhir pekan ramai pengguna mobil pribadi yang hendak berlibur dari arah Jakarta menuju Cirebon, saat ini perbaikan jalan menghambat mereka, sehingga terjadi penumpukan kendaraan
di daerah Sukahaji, Sukra, Sumur Adem, hingga ke perbatasan Subang.
"Jalur pantura Indramayu belum ada jalur alternatif yang mudah dijangkau juga nyaman digunakan baik kendaraan kecil maupun truk besar yang mengangkut barang," katanya.
Dia menjelaskan,perbaikan jalan dijalur utama pantura setiap tahun pasti ada, kondisi jalan di jalur tersebut mudah rusak meski perawatan cukup teratur,namun kendaraan bermuatan berat setiap hari melintas.
"Jalur pantura jalan mudah bergelombang juga berlubang padahal baru mengalami perbaikan, jalan tersebut cukup membahayakan pengguna jalan terutama roda dua sehingga kecelakaan lalu lintas sering terjadi," paparnya.
Hal serupa dituturkan pengguna roda dua Yudi(35) asal Kabupaten Tegal, sepanjang jalan pantura bergelombang juga banyak lubang, sehingga dirinya harus berhati-hati melintas Indramayu hingga ke Tegal.
"Setiap melintas ke jalur pantura sering melihat perbaikan jalan, namun kondisi jalan cepat rusak diperkirakan banyak mobil besar dengan beban muatan melebihi kapasitasnya, mestinya pemerintah setempat dapat menindak mereka," katanya.
Kondisi jalur pantura macet membawa berkah bagi sejumlah pedagang asongan setempat, karena penjualan mereka meningkat dibandingkan jalan pantura lancar.
Seperti yang diungkapkan Toto(38) pedagang asongan asal Kabupaten Indramayu, jalur pantura macet penjualan air mineral dan makanan ringan meningkat. Semakin lama tambah laris dagangannya.
"Jalur pantura macet jumlah pedagang asongan meningkat, namun semua masih mendapatkan untung yang cukup lumayan,dirinya mengaku dalam satu hari Rp200 ribu untung bersih dari menjual minuman dan makanan ringan," paparnya.***3***
(T.pso-061/B/Y008/Y008) 07-08-2010 16:22:52
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026