Bandung, 30/3 (ANTARA) - Pemprov Jawa Barat ekstra hati-hati dalam penggunaan pos belanja bantuan sosial (Bansos) sehingga tidak bisa merealisasikan seluruh anggaran pada pos yang sering bermasalah itu.

"Anggaran Bansos tidak bisa direalisasikan seluruhnya, itu untuk kehati-hatian. Apalagi banyak proposal yang kurang akurat dan kurang pantas untuk diakomodasi oleh pos belanja Bansos," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Bandung, Selasa.

Menurut dia, setiap proposal Bansos harus memenuhi syarat administratif, bermanfaat bagi masyarakat dan akuntabel.

"Ketiga syarat itu selayaknya harus dipenuhi oleh pemohon," kata Heryawan.

Sementara itu, terkait penyerapan belanja APBD Jabar 2009 yang tidak mencapai 100 persen, kata dia, tidak lain sebagai buah dari efesiensi yang dilakukan.

Berdasarkan data LKPJ yang disampaikan Gubernur, Pemprov Jabar hanya merealisasikan 87,66 persen dari alokasi dana APBD 2009 senilai Rp9,2 triliun.

"Anggaran yang tidak terserap itu selanjutnya digunakan anggaran 2010, khususnya untuk membiayai pos-pos yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," katanya.

Dengan efesiensi itu, Pemprov Jabar bisa merealokasikanya untuk pos pembangunan yang lebih menyentuh masyarakat, salah satunya mampu menyediakan dana pembangunan infrastruktur pada APBD 2010 sebesar Rp1 triliun.

Dalam LKPJ Gubernud Jabar, dana belanja daerah terdiri dari pos belanja tidak langsung yang angka serapannya 92,2 persen, dan belanja langsung serapannya 78,5 persen.

Pada pos tidak langsung, sebagian anggaran yang tidak terserap berasal dari belanja bansos, hibah dan subsidi. Berbeda dengan pos belanja bagi hasil untuk kota dan kabupaten yang serapannya justeru mencapai 102,26 persen.

Realisasi belanja langsung dari belanja pegawai realisasinya 86,14 persen, barang dan jasa 83,27 persen serta modal 68,3 persen.

"Prinsip efesiensi dan efektifitas akan menjadi indikator penggunaan APBD," kata Gubernur Heryawan.

Sedangkan dalam tataran pemerintahan daerah, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melakukan penghematan dan efesiensi pelaksanaan program. Salah satunya memangkas anggaran rapat-rapat di hotel yang digantikan dengan mengoptimalkan penggunaan ruangan di kantor masing-masing.



(U.S033/B/Y003/Y003) 30-03-2010 20:12:31


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026